Tren Peremajaan Organ Kewanitaan dengan Stem Cell

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vagina. Shutterstock

    Ilustrasi vagina. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Stem cell mulai banyak dimanfaatkan untuk terapi berbagai masalah kesehatan, termasuk organ reproduksi. Fungsinya adalah meregenerasi atau memperbarui sel yang rusak, misalnya untuk kondisi dinding rahim yang mulai menipis karena tindakan. 

    "Tujuan awalnya pengobatan, dengan sel baru bisa mengobati sel sakitnya, sesuatu yang diambil dari sel tubuhnya sendiri (regenerasi sel)," ucap dokter spesialis kebidanan dan kandungan Dinda Derdameisya dalam Instagram Live Prostem bersama Shandy Aulia, Jumat, 11 September 2020.

    Namun seiring penelitian, selain mengobati, stem cell atau sel punca juga bisa membantu peremajaan organ reproduksi perempuan, termasuk vagina, vulva, mulut rahim, leher rahim, saluran telur, sel telur, dan rahim.

    Ketika usia bertambah, banyak perempuan melirik perawatan ini yang mengencangkan organ kewanitaan sehingga kualitas hubungan seks sama dengan ketika masih muda. 

    ADVERTISEMENT

    Lalu dari mana saja sel itu kita dapat? Selain dari sumsum tulang, stem cell bisa didapat dari darah dan jaringan lemak perut.

    "Namun yang paling dipercaya lebih berkhasiat diambil dari sel tali pusat ibu yang melahirkan," kata dia.

    Stem cell dari tali pusat, menurut Dinda, didapatkan ketika bayi lahir dan ibu mengeluarkan tali pusat yang belum dipotong. Proses pengambilan stem cell disarankan segera karena darah dan jaringan yang diambil dari tali pusat dan harus digunakan cepat.

    "Nah sebelum dipotong kita ambil darahnya, sebab tali pusat merupakan tempat dimana selnya paling banyak, berawal dari sel kecil kemudian membelah lagi, jadi masih murni sekali," ucapnya.

    Prosesnya dimulai dengan memasukkan stem cell ke dalam organ reproduksi yang membutuhkan perawatan regenerasi sel. Dinda mengatakan selama ini hasilnya menunjukkan efek positif, aman, dan belum ada kasus efek samping.

    Sebelum stem cell diambil, harus melalui skrining, lalu dijelaskan bagaimana cara menyimpannya. "Syaratnya tidak boleh terinfeksi penyakit terutama yang menular, sebab ditakutkan titipan sel mengandung virus," ucap Dinda.

    Tidak ada syarat usia jika ingin mengajukan penggunaan stem cell. Tindakan tersebut menurut Dinda makin tren lantaran kelebihannya sebagai obat yang bisa berfungsi menjadi investasi masa depan dengan masa penyimpanan stem cell sampai 20 tahun.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.