Jus dan Smoothie jadi Alternatif Makan Buah dan Sayuran, Mana yang Lebih Sehat?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi smoothie pisang dan blueberry (Pixabay.com)

    Ilustrasi smoothie pisang dan blueberry (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jus dan smoothies bisa menjadi alternatif konsumsi buah dan sayur yang mudah, tapi tetap mendapatkan manfaat nutrisinya. Buah dan sayur mengandung vitamin, mineral, hingga serat yang dibutuhkan tubuh. 

    Meski sama-sama berbentuk cair, cara membuat, tekstur, rasa, kandungan, hingga gizi jus dan smoothies bisa saja berbeda.

    Baik jus maupun smoothies dibuat dengan mencampurkan buah, sayuran, atau keduanya, ke dalam blender. Namun setelah diblender, jus akan disaring sehingga tidak menyisakan ampas sedangkah smoothies tidak.

    Selain itu, jus hanya akan terdiri dari salah satu buah atau sayuran tertentu, kandungan smoothies lebih beragam. Berbagai bahan makanan lain bisa ditambahkan ke smoothies, umumnya susu, yogurt, kacang-kacangan, dan granola.

    ADVERTISEMENT

    Proses dan bahan pembuat kedua minuman ini membuat tesktur dan rasa jus maupun smoothies berbeda. Tesktur jus akan lebih encer bahkan cenderung cair sedangkan tekstur smoothies lebih berat karena ampas buah maupun sayur tidak dibuang dan ditambah bahan-bahan lain.

    Karena cara dan bahan pembuatnya berbeda, tentu kadar nutrisi kedua minuman ini akan berbeda pula. Dari segi kadar serat, smoothies lebih baik dari jus. Proses pembuatan jus umumnya turut membuang serat buah maupun sayuran.

    Serat buah dan sayuran ini biasanya banyak terdapat dalam ampas setelah minuman ini diblender. Aakibat terbuangnya serat, kadar antioksidan jus juga dinilai lebih rendah dari smoothies.

    Meski demikian, dari segi kalori, jus lebih baik dari smoothies, terutama bagi mereka yang sedang dalam program diet. Hal ini karena kalori smoothies lebih tinggi daripada jus, hasil dari penambahan bahan-bahan makanan lain di luar buah dan sayuran.

    Oleh karena itu, smoothies sebaiknya digunakan sebagai pengganti porsi makan, bukan pelengkap makanan. Berbeda dengan jus, yang padat nutrisi namun tetap rendah kalori. Minuman ini bisa menjadi pelengkap menu makan Anda.

    Penelitian menyebutkan bahwa jus lebih mudah dicerna dibanding smoothies karena seratnya sudah berkurang.Oleh karena itu, orang-orang dengan gangguan untuk mencerna nutrisi, lebih disarankan untuk minum jus daripada smoothies.

    Jadi sebaiknya pilih jus atau smoothies? Keduanya sama-sama sehat dan bisa Anda pilih tergantung kebutuhan. Jus umumnya lebih rendah kalori dan lebih mudah dicerna dibanding smoothies sehingga cocok untuk orang yang sedang diet, memiliki gangguan pencernaan tertentu, atau membatasi konsumsi gula.

    Sementara, smoothies lebih kaya serat, nutrisi, dan mengenyangkan sehingga cocok untuk orang yang membutuhkan asupan serat tambahan. Smoothies juga bisa menjadi pengganti makanan yang kaya kandungan gizi.

    Jadi, pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?