Kaya Flavanol, Cokelat Kurangi Risiko Stroke dan Serangan Jantung

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi secangkir coklat hangat. shutterstock.com

    Ilustrasi secangkir coklat hangat. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Heart Association, golongan usia di atas 30 tahun rentan terkena risiko penyakit stroke dan serangan jantung yang umumnya diawali dari hipertensi atau tekanan darah tinggi.

    Risiko penyakit tersebut bisa dikurangi dengan rutin meminum cocoa atau cokelat yang mengandung flavanol. Sebagai makanan pendukung yang memiliki banyak fungsi bagi kesehatan tubuh, beberapa jurnal dan studi global mengungkap salah satu manfaat zat ini adalah meringankan beban kerja jantung.

    "Flavanol adalah senyawa antioksidan dan salah satu kandungan tertingginya terdapat di biji cokelat, yaitu cocoa flavanol. Kandungan flavanol pada cocoa dapat meningkatkan elastisitas pembuluh darah sehingga mengurangi beban kerja jantung," ujar Dokter spesialis gizi klinik dr. Diana Suganda, M.Kes, Sp.GK melalui keterangan resminya, Sabtu, 12 September 2020.

    Peredaran darah sehat sangat bergantung dari pembuluh darah elastis yang bisa didapatkan dengan konsumsi rutin cocoa flavanol minimal 200mg/hari. Cocoa flavanol dapat memperbaiki pembuluh darah yang tidak elastis sehingga meringankan beban kerja jantung dan meningkatkan fungsi jantung.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, menurut British Journal of Clinical Pharmacology cocoa flavanol dapat melancarkan aliran darah ke otak dan menimbulkan suasana hati yang positif. Mengkonsumsi cocoa murni juga berpotensi mengurangi risiko penyakit alzheimer dan stroke.

    Antioksidan tinggi yang terkandung dalam cocoa flavanol mempunyai sifat anti inflamasi yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit. Selain digunakan dalam pengobatan, antioksidan juga melindungi kulit dari dalam terhadap proses oksidasi (penuaan dini).

    Antioksidan tinggi yang terkandung dalam cocoa flavanol mempunyai sifat anti inflamasi yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit. Selain digunakan dalam pengobatan, antioksidan juga melindungi kulit dari dalam terhadap proses oksidasi (penuaan dini).


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.