TEMPO.CO, Jakarta - Pernah membeli makanan atau minuman berlabel “kaya antioksidan” tanpa benar-benar mengetahui apa artinya? Anda tidak sendiri. Menurut Harvard T. Chan School of Public Health, antioksidan baru dikenal (dan sangat dicari) oleh populasi umum pada 1990-an. Saat itulah para peneliti mulai memahami bahwa tahap awal aterosklerosis yang menyumbat arteri, kanker, kehilangan penglihatan, dan sejumlah kondisi kronis lainnya berkorelasi erat dengan kerusakan radikal bebas dan stres oksidatif — alias hal-hal yang sangat membantu dicegah oleh antioksidan.
Untuk memahami antioksidan, ada baiknya mengetahui sedikit tentang radikal bebas. "Radikal bebas adalah molekul yang dipecah melalui metabolisme normal dan paparan bahan kimia seperti tembakau atau radiasi," jelas Rachel Berman, RD dan manajer umum Verywell seperti dilansir dari laman Real Simple. “Mereka dapat membahayakan tubuh Anda — berpikir menyebabkan peradangan dan meningkatkan risiko penyakit. Antioksidan adalah vitamin dan nutrisi lain yang ditemukan dalam makanan nabati (seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian) yang mencegah atau memperlambat kerusakan sel di tubuh Anda yang disebabkan oleh radikal bebas ini. "
Ingatlah bahwa antioksidan bukanlah zat itu sendiri — melainkan, istilah "antioksidan" mengacu pada sifat kimiawi yang ditunjukkan oleh ratusan zat berbeda (dan tidak dapat dipertukarkan). Banyak di antaranya yang sangat dikenal, seperti vitamin C, vitamin E, selenium, dan beta-karoten. Yang lainnya kurang familiar: polifenol, flavonoid, asam lipoat, glutathione, dan sebagainya. Kebanyakan antioksidan terjadi secara alami; yang ada dalam makanan untuk menghambat oksidasi dan melindungi dari racun di lingkungan lokal.
“Sangat penting untuk mengonsumsi berbagai makanan untuk kesehatan yang lebih baik, tetapi makanan kaya antioksidan akan membantu melindungi sel Anda dari kerusakan akibat radikal bebas dan dapat membantu mengurangi risiko kanker, penyakit jantung, dan kondisi lainnya,” kata Berman. Jadi, jika Anda ingin meningkatkan asupan antioksidan, Anda dalam kondisi yang baik — dan untungnya, ada banyak pilihan bahan yang lezat untuk Anda pilih.
Berikut adalah makanan kaya antioksidan teratas, menurut ahli diet terdaftar
1. Kacang merah
Kacang merah (dan kacang lainnya) adalah sumber antioksidan yang kaya. “Antioksidan antosianin ada di kulit kacang merah, memberi warna merah,” jelas Berman. Antosianin telah terbukti mengurangi risiko diabetes, penyakit jantung, dan kanker.
2. Artichoke
Percaya atau tidak, artichoke adalah salah satu sayuran yang paling kaya antioksidan, penuh dengan polifenol seperti asam klorogenat (juga ditemukan dalam kopi) yang dapat membantu tubuh memetabolisme glukosa dan lipid darah dengan lebih baik.
3. Berries
"Stroberi dan raspberry adalah sumber antioksidan ellagic acid yang baik," kata Berman. "Penelitian menunjukkan asam ellagic dapat membuat molekul penyebab kanker tidak aktif dan mencegah tumor tumbuh." Buah beri — termasuk blueberry dan blackberry — juga mengandung antioksidan resveratrol dan antosianin, yang keduanya membantu mencegah kerusakan radikal bebas pada sel Anda.
4. Kacang pekan
Kemiri kaya akan antioksidan vitamin E dan telah terbukti membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (jahat) dalam tubuh, meningkatkan kesehatan jantung. Kemiri juga tinggi lemak tak jenuh tunggal dan mengandung banyak serat, menjadikannya salah satu kacang tersehat yang bisa Anda makan.
5. Rempah-rempah
“Rempah-rempah adalah sumber antioksidan yang luar biasa — belum lagi rempah-rempah memberikan rasa yang luar biasa,” kata Leah Silberman, RD. Dia merekomendasikan topping berondong jagung dengan garam laut, rosemary, dan timi. "Camilan ini adalah cara yang bagus untuk mendapatkan serat dan antioksidan dalam satu mangkuk." Sementara kayu manis menambah rasa yang enak, kayu manis juga mengandung antioksidan polifenol yang kuat untuk meningkatkan kesehatan ekstra.
6. Biji, Terutama Biji Labu dan Biji Chia
Menurut Silberman, biji labu adalah sumber protein, serat, dan antioksidan seperti vitamin E dan karotenoid. "Saya suka membawa kantong pribadi saat saya bepergian untuk camilan yang mengenyangkan dan bergizi." Jika Anda lebih suka menggunakan menu snack bar, carilah yang mengandung bahan kaya antioksidan seperti biji chia, ceri, dan cokelat hitam.