Detox Media Sosial dan 6 Cara Ini Menjauhkan Diri Anda dari Iri Hati

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita. Freepik.com/Pch.Vector

    Ilustrasi wanita. Freepik.com/Pch.Vector

    TEMPO.CO, Jakarta - Tanpa disadari iri hati bisa muncul kapan saja dan termasuk salah satu sifat yang manusiawi. Terlebih di era digital ketika informasi serba cepat di media sosial, terkadang membuat seseorang membandingkan dengan kehidupannya sendiri. Padahal rasa iri hati ini dapat membuat seseorang terpenjara, sibuk dengan pemikiran negatifnya.

    Selain melelahkan bagi orang yang mengalaminya, iri hati dapat berimbas pula pada orang yang menjadi target. Entah disebut terlalu sombong, dianggap pamer, hingga batasan tipis dengan beredarnya fitnah atau rumor tak berdasar. Ketimbang sibuk meladeni rasa iri hati, sebaiknya melatih diri untuk tidak berpikir dengan cara seperti ini.

    Cara menjauhkan iri hati

    1. Jangan terburu-buru menghakimi

    ADVERTISEMENT

    Ketika menyikapi apapun, sebaiknya jangan terburu-buru menghakimi karena ini adalah jalan pintas untuk rasa iri hati. Saat iri hati semakin membesar menjadi kemarahan, logika dan pikiran objektif sulit mendapat ruang. Pada akhirnya, iri hati hanya akan membuat seseorang mudah menuduh targetnya dengan berbagai alasan. 

    Sebaliknya, ketika mampu berpikir positif dan tidak terburu-buru menghakimi apapun yang dilakukan orang lain, iri hati tak akan mendapat panggung. Ini sekaligus membuat seseorang merasa tetap bahagia dan tenang, terlepas dari apapun niat orang lain ketika melakukan sesuatu.

    2. Tanyakan pada diri sendiri

    Ketika rasa iri hati mulai merasuk, tanyakan kepada diri sendiri apakah rasa iri ini berdasar atau hanya asumsi ketidakadilan? Apakah memang ada orang yang sengaja membuat Anda iri hati atau justru terjadi karena terlalu banyak melihat media sosial? Refleksikan hal ini pada diri sendiri.

    3. Lakukan digital detox

    Apabila iri hati bersumber dari apa yang dilihat di media sosial terlepas dari platform apa yang digunakan, mungkin saatnya melakukan digital detox. Atur waktu untuk tidak melihat media sosial dalam sehari. Selain itu, bisa juga dengan membatasi durasi berapa lama melihat media sosial. Saring ulang siapa yang “berhak” dilihat di media sosial dan memberikan pengaruh positif.

    4. Iri hati secara konstruktif

    Pada dasarnya, iri hati tidak selalu buruk. Justru, iri hati yang disikapi secara konstruktif membuat seseorang bisa termotivasi melakukan hal yang lebih baik. Namun, berhati-hatilah jangan sampai iri hati mendominasi dengan pemikiran serba negatif. Ambil jeda dan buat rencana realistis bagaimana agar bisa mencapai target seperti yang dilakukan orang yang menimbulkan iri hati. Ini sesederhana melihat orang yang menjadi lebih sehat karena banyak makan sayur, lalu mulai menyusun rencana untuk minum smoothies setiap pagi.

    5. Pahami kemampuan diri sendiri

    Rasa iri hati muncul ketika dalam hati merasa tidak bisa mencapai seperti yang orang lain lakukan. Untuk mengatasinya, lakukan yang sebaliknya. Pahami sekaligus syukuri kemampuan diri sendiri sehingga tidak akan merasa iri ketika seseorang piawai dalam satu bidang. Dengan demikian, akan terasa wajar ketika ada orang lain yang berprestasi.

    6. Berhenti membandingkan

    Akar masalah iri hati adalah kecenderungan untuk membandingkan apa yang dimiliki orang lain dengan apa yang tidak. Ketika mulai membanding-bandingkan, pasti yang terasa lebih dominan adalah kekalahan yang berujung pada rasa iri hati.Ingatkan diri sendiri bahwa tak ada orang yang memiliki segalanya. Seberuntung apapun seseorang, pasti mereka juga memiliki masalah, kelemahan, dan hal lain sama seperti Anda. Kebiasaan berhenti membandingkan ini juga dapat membuat seseorang lebih pandai bersyukur.

    7. Menjadi sosok dermawan

    Bukan sekadar mitos, menolong orang lain dapat menimbulkan rasa bahagia. Begitu pula dengan menjadi sosok yang dermawan. Anda tak harus membagi-bagikan harta, tapi bisa juga dengan memberikan talenta, waktu, atau tenaga kepada orang lain.Berbuat baik ini akan membuat seseorang tak lagi memberi celah bagi munculnya rasa iri hati. Semakin banyak memberikan waktu untuk membantu orang lain, hati akan terasa semakin bermakna dan tidak mudah merasa iri kepada orang lain.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.