Mau Olahraga di Luar Ruangan? Simak Panduan Aman, Waktu hingga Busana yang Tepat

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi berlari menggunakan masker. Shutterstock.com

    Ilustrasi berlari menggunakan masker. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian orang mulai berolahraga di luar ruangan sebagai solusi agar tetap aktif bergerak sekaligus menghirup udara segar. Olahraga di luar ruangan dianggap lebih baik karena ada perputaran udara. 

    Pada jam yang tepat, Anda bakal mendapat manfaat tambahan dari paparan sinar matahari untuk pembentukan vitamin D.

    Namun, sebelum ke luar rumah untuk olahraga, simak panduan dari dokter spesialis kulit Inneke Jane. Ada aturan soal busana, pemakaian masker, waktu yang direkomendasikan, hingga perlindungan kulit.

    1. Masker

    ADVERTISEMENT

    Masker wajib dipakai bila Anda berolahraga di tempat ramai untuk melindungi diri dan orang lain dari risiko penularan virus corona. Namun, bila Anda berada di tempat sepi dan tak ada orang, tak apa melepas masker agar tubuh dapat asupan oksigen yang dibutuhkan saat berolahraga.

    "Kalau berpapasan sama orang, pakai lagi maskernya," kata Inneke dalam Instagram Live “Tetap Fit Saat Pandemi: Nyaman Berolahraga Outdoor dengan Kulit Terlindungi” di akun Nivea, Minggu, 6 September 2020.

    2. Jaga jarak

    Jika memungkinkan, berolahraga sendirian lebih aman karena tak ada risiko terkena percikan dari mulut orang lain. Tak perlu olahraga beramai-ramai. Namun, jika memang Anda melakukannya bersama orang lain, hindari berkerumun dan tetap menjaga jarak setidaknya dua mater.

    3. Busana

    Ada orang yang lebih suka memakai baju ketat yang pas di badan, ada juga yang lebih suka baju gombrong. Apapun pilihan Anda, pastikan busana olahraga menyerap keringat dan cepat kering. Pakailah sepatu yang pas, tidak kesempitan, lengkap dengan kaos kaki agar kaki tidak lecet dan terkena jamur.

    4. Jam yang tepat

    Inneke mengatakan, waktu yang tepat untuk berolahraga di luar rumah berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia adalah sebelum pukul 9 pagi. Anda cukup terpapar matahari selama 15 menit untuk mendapatkan UVB yang membantu membentuk vitamin D.

    "Habis 15 menit, lanjut berlari indoor atau di bawah pohon juga boleh."

    5. Tabir surya

    Pakailah tabir surya, setidaknya SPF30, bila Anda ingin berolahraga pada pagi hari di luar rumah. Pakai ulang maksimal tiga hingga empat jam sekali. Bersihkan dulu sisa keringat yang menempel di kulit sebelom mengolesi tabir surya.

    "Pilih yang water resistant kalau mau olahraga."

    Tak hanya wajah, tabir surya perlu diaplikasikan di bagian tubuh yang terpapar sinar matahari seperti tangan dan tungkai. Orang-orang yang memakai busana lengan panjang sebetulnya juga tetap butuh tabir surya. Meski tertutup busana, kulit juga tetap terpapar sinar matahari meski intensitasnya tidak setinggi orang yang kulitnya terpajan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.