3 Metode Diet Oatmeal untuk Turunkan Risiko Penyakit Jantung dan Darah Tinggi

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

Ilustrasi oatmeal. shutterstock.com

TEMPO.CO, JakartaDiet adalah salah satu cara untuk menurunkan atau mempertahankan berat badan ideal dengan cara mengatur asupan makanan. Jika sekarang Anda sedang berusaha menurunkan berat badan, Anda bisa mempertimbangkan untuk mencoba diet oatmeal.

Oatmeal memiliki kemampuan untuk menyerap lemak dan membuangnya bersama tinja, sehingga lemak tidak terserap oleh tubuh dan mencegah Anda mengalami obesitas. Selain mampu membuat kenyang lebih lama dan menurunkan berat badan, diet oatmeal juga bermanfaat bagi kesehatan. Sesuai namanya, diet oatmeal adalah pengaturan makanan dengan cara konsumsi oatmeal.

Selain oatmeal, Anda tidak dilarang untuk konsumsi jenis makanan lain sebagai selingan, selama masih sesuai aturan. Namun Anda harus konsumsi oatmeal untuk diet setidaknya 1-2 kali sehari pada saat jam makan. Ada beberapa cara yang dapat dipilih dalam menjalankannya. 

Cara menjalankan diet oatmeal

1. Diet oatmeal dua fase

Untuk melakukan diet ini, Anda harus menjalan dua fase diet. Fase pertama, yakni pada hari pertama hingga ketujuh, Anda harus konsumsi whole oat (oatmeal utuh, bukan oatmeal instan) sebanyak tiga kali sehari pada saat sarapan, makan siang, dan makan malam.

2. Diet oatmeal 6 hari

Cara menjalankan diet oatmeal ini adalah dengan konsumsi oatmeal dua kali sehari saja selama 6 hari. Di hari ketujuh Anda hanya makan oatmeal satu kali saja.

3. Diet oatmeal bertahap selama 7 hari

Cara diet oatmeal yang ketiga adalah dengan dilakukan bertahap selama 7 hari. Dua hari pertama, Anda makan oatmeal tiga kali sehari saat sarapan, makan siang, dan makan malam. Di hari ketiga dan keempat, makan oatmeal sebanyak dua kali sehari saat sarapan dan makan siang. Kemudian hari kelima hingga ketujuh, Anda cukup makan oatmeal satu kali sehari.

Saat mengonsumsi oatmeal untuk diet, Anda bisa menambahkan setengah cangkir oatmeal dengan susu skim rendah lemak, kayu manis, atau buah-buahan segar agar tidak membosankan.Buah-buahan juga dapat dikonsumsi sebagai makanan selingan menjelang siang atau sore hari. Pilih buah-buahan yang dikombinasikan untuk mendapatkan nutrisi lengkap. 

Dalam jam makan tanpa oatmeal, Anda harus memilih makanan rendah lemak sekaligus memperbanyak asupan sayuran dan buah. Daging ayam, ikan, atau steak daging sapi tanpa lemak bisa jadi pilihan selama porsi dan jumlahnya tidak berlebihan. Perhatikan kalori makanan Anda saat tidak mengonsumsi oatmeal.

Manfaat diet oatmeal

Oat memiliki kandungan antioksidan tinggi dan mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Oleh karena itu, oatmeal untuk diet juga memberikan manfaat bagi kesehatan kardiovaskuler sehingga menurunkan risiko penyakit jantung dan mencegah darah tinggi. Selain itu, oatmeal yang memiliki kandungan serat tinggi dapat menjaga fungsi pencernaan dan mencegah konstipasi. 

Bagi Anda yang mengidap diabetes atau ingin menurunkan risiko diabetes tipe 2, konsumsi oatmeal secara teratur juga dapat membantu mengontrol gula darah agar tetap stabil. Untuk kesehatan kulit, oatmeal dapat menyeimbangkan pH kulit, menjaga kelembapannya, dan membuatnya terasa lembut.

Beberapa cara diet oatmeal yang sangat membatasi makanan selain oatmeal, berpotensi menyebabkan Anda kekurangan nutrisi. Oleh karena itu, pilih cara diet yang paling sesuai untuk Anda. Hanya mengonsumsi oatmeal saat diet mungkin dapat lebih cepat menurunkan berat badan, tetapi kemungkinan mengalami kejenuhan juga lebih tinggi. 

SEHATQ






4 Efek Samping Suplemen Diet bagi Kesehatan

1 hari lalu

4 Efek Samping Suplemen Diet bagi Kesehatan

Suplemen diet memiliki efek samping bagi kesehatan, salah satunya adalah dapat menimbulkan kerusakan organ


Benarkan Suplemen Diet Dapat Menurunkan Berat Badan?

1 hari lalu

Benarkan Suplemen Diet Dapat Menurunkan Berat Badan?

Suplemen diet banyak dipilih karena bisa menurunkan berat badan dalam waktu yang cepat. Benarkah demikian?


Mengapa Penderita Obesitas Berisiko Kena Diabetes dan Penyakit Jantung?

1 hari lalu

Mengapa Penderita Obesitas Berisiko Kena Diabetes dan Penyakit Jantung?

Orang yang mengalami obesitas dapat berisiko lebih besar terkena penyakit antara lain diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Kenapa?


Beda dan Manfaat Susu Kedelai dan Susu Sapi

1 hari lalu

Beda dan Manfaat Susu Kedelai dan Susu Sapi

Tak semua orang mau minum susu sapi dengan berbagai alasan. Susu kedelai bisa menjadi pilihan. Apa kelebihan dan kekurangannya.


Olahraga yang Cocok Cegah Serangan Jantung Menurut Dokter

1 hari lalu

Olahraga yang Cocok Cegah Serangan Jantung Menurut Dokter

Dokter menyatakan olahraga aerobik yang biasa dilakukan dalam intensitas rendah dalam durasi lama bisa dilakukan untuk mencegah serangan jantung.


Bahaya Penyakit Mengintai Penderita Obesitas, Diabetes Urutan Pertama

2 hari lalu

Bahaya Penyakit Mengintai Penderita Obesitas, Diabetes Urutan Pertama

Obesitas atau kelebihan berat badan mengundang berbagai penyakit berbahaya. Diabetes berada di urutan pertama.


Saran Makanan yang Baik dari Dokter buat Kesehatan Jantung

2 hari lalu

Saran Makanan yang Baik dari Dokter buat Kesehatan Jantung

Hasil penelitian mengungkap konsumsi sayuran dan buah-buahan segar atau tinggi serat adalah yang terbaik untuk kesehatan jantung.


Simak, Inilah 4 Manfaat ASI Eksklusif bagi Bayi dan Anak

2 hari lalu

Simak, Inilah 4 Manfaat ASI Eksklusif bagi Bayi dan Anak

Ada banyak manfaat yang diperoleh dari pemberian ASI eksklusif pada bayi dan anak. Apa saja itu?


4 Manfaat Buah Pir, Kontrol Gula Darah Hindari Risiko Diabetes Tipe 2

3 hari lalu

4 Manfaat Buah Pir, Kontrol Gula Darah Hindari Risiko Diabetes Tipe 2

Buah pir menyimpan segudang manfaat kesehatan bagi tubuh, antara lain mengontrol gula darah dan untuk menghindari risiko diabetes tipe 2.


Memahami Diet Seimbang Secara Benar

4 hari lalu

Memahami Diet Seimbang Secara Benar

Pernah mendengar istilah diet seimbang? Mengapa diet seimbang itu perlu?