Nuansa Biru Kobalt Bikin Apartemen Mungil Tampak Luar Biasa

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kamar bernuansa warna biru. Shutterstock

    Ilustrasi kamar bernuansa warna biru. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ukuran yang mungil memang menjadi tantangan besar untuk menciptakan hunian yang nyaman. Kunci utama untuk menyiasatai kondisi demikian adalah perancangan desain interior dan penataan ruang yang efisien. Misalnya desain interior apartemen mungil di Kota Kiev, Ibu Kota Negara Ukraina, yang dikerjakan Ater Architects dapat menjadi contoh yang menarik.

    Renovasi besar dilakukan oleh Ater Architects supaya apartemen mungil berukuran 65m2 ini memiliki desain interior dan tata ruang yang lebih baik. Beberapa sekat tembok beton dihilangkan hingga hanya menyisakan dua ruang yang terpisah, yakni kamar tidur dan kamar mandi. Sebagai pengganti tembok beton, tirai warna biru kobalt yang mencolok tampil menonjol dan memikat. 

    Ruang Keluarga yang Terang dengan Nuansa Pink dan Biru Kobalt

    Jauh dari kesan sumpek, ruang keluarga di apartemen mungil ini justru terang dan terasa lapang. Sebuah sofa warna pink lembut diletakkan di depan tirai biru kobalt. Nuansa ruangan warna biru dapat terasa berkat pemasangan tirai biru tebal yang sangat mencolok. Sekaligus, menjadi aksen yang ampuh membuat suasana tampak lebih hidup dan bergairah. Tak hanya sebagai dekorasi, tirai biru kobalt ini pun berperan sebagai penyekat yang memisahkan ruang keluarga dan dapur.

    Tirai biru kobalt semakin mencolok berkat dominasi warna putih di sekeliling ruang keluarga. Warna putih memang menjadi pilihan jitu sebagai warna latar. Terutama, untuk tujuan menciptakan kesan visual yang lapang dalam ruangan mungil. Warna putih juga memantulkan cahaya alami dari jendela dengan optimal sehingga ruangan terlihat lebih terang.

    Kesan lapang dan nyaman didukung pula dengan pemilihan furnitur yang tepat. Seperti ruang keluarga mungil ini yang hanya ada sebuah sofa, satu buah kursi hitam, dan sebuah meja kopi. Dekorasi pun tak berlebihan, cukup sebuah lukisan simpel yang sewarna dengan nuansa ruang keluarga.

    Desain Interior Apartemen Mungil dengan Dapur Minimalis 

    Dipisahkan tirai biru kobalt, dapur apartemen berada tepat di belakang sofa pink di ruang keluarga. Mengusung desain minimalis yang memikat, lemari-lemari dapur dirancang memenuhi salah satu sisi dinding dengan material lapisan bermotif dan berwarna kayu natural. Mencerminkan langkah yang efisien untuk menyediakan banyak ruang sebagai tempat penyimpanan tertutup. Sedangkan, pada area memasak dan kitchen sink, warna hitam yang elegan mendominasi.

    Keberadaan jendela berukuran besar memang memberi banyak keuntungan untuk ukuran dapur yang mungil. Jendela besar membuat dapur mendapat banyak cahaya alami sehingga membantu menciptakan dapur yang terang dan terkesan luas.

    Seperti halnya di ruang keluarga, unsur warna pink muda kembali dihadirkan di dapur mungil ini, yakni pada kaki penyangga meja. Saat tirai biru kobalt dibuka, kesamaan unsur warna mulai dari warna pink muda, warna hitam, dan motif kayu membuat dapur dan ruang keluarga terlihat menyatu dan selaras.

    Ruang Kerja di Balik Tirai Biru Kobalt

    Meskipun apartemen berukuran kecil, bukan lantas ruang kerja ditiadakan. Pada desain apartemen mungil ini, ruang kerja menempati salah satu sudut. Tepatnya di samping pintu masuk apartemen. Tirai biru kobalt kembali ditambahkan sebagai penyekat demi menjaga privasi ruang kerja, sekaligus sebagai dekorasi cantik yang menyambut tamu yang datang berkunjung.

    Kamar Tidur Minimalis dengan Aksen Biru Kobalt

    Menempati sepertiga area apartemen, desain interior kamar tidur benar-benar menawarkan kenyamanan beristirahat. Kamar terasa hangat dengan lantai kayu yang mempertahankan motif dan warna natural kayu. Kemudian, kamar tidur terbagi menjadi dua area, yakni area tempat tidur dan walk in closet mini. Ranjang diletakkan berdekatan dengan dinding kaca yang berfungsi sebagai jendela sekaligus pintu menuju balkon. Pada dinding kaca ini pula ditambahkan tirai biru kobalt.

    Sementara itu, walk in closet berada di sisi lain tempat tidur. Walk in closet dirancang minimalis dengan dominasi warna hitam. Pada salah satu sisinya, ditempatkan sebuah lemari berukuran besar dengan lapisan cermin di bagian pintunya. Walk in closet juga dipasangi tirai biru kobalt sebagai pembatas. Saat tirai dibuka, cermin pada permukaan lemari akan memantulkan cahaya dari jendela kaca dengan sempurna dan membuat kamar tidur semakin terang.

    Kamar Mandi dengan Aksen Warna Biru Kobalt

    Seperti halnya di ruangan-ruangan lainnya, nuansa kayu dengan motif dan warna natural dihadirkan pula di kamar mandi. Aksen kayu, keramik dinding warna putih, dan lantai berpola terlihat serasi menampilkan suasana yang kalem. Selain itu, nuansa kayu dan keramik lantai bermotif bebatuan berwarna cokelat muda menjadi kombinasi yang cerdas untuk menampilkan nuansa alami di kamar mandi.

    Tak luput, desain interior biru gelap pun ditambahkan di kamar mandi, lho. Bukan berupa tirai, cat dinding warna biru kobalt dipilih untuk mewarnai dinding bagian toilet. Dinding warna biru kobalt membuat kamar mandi terasa lebih hidup, unik, dan tentu membuatnya selaras dengan ruangan-ruangan lainnya.

    ARSITAG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.