Minum Jamu setelah Melahirkan Bantu Pemulihan, Tapi Perhatikan Syaratnya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: segelas jamu beras kencur, air jahe, jamu kunyit, jamu daun sirih dan daun sambiloto. TEMPO/Subekti.

    Dari kiri: segelas jamu beras kencur, air jahe, jamu kunyit, jamu daun sirih dan daun sambiloto. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Minum jamu setelah melahirkan merupakan salah satu tradisi yang diikuti sebagian besar masyarakat Indonesia. Jamu diyakini dapat mengembalikan kondisi kesehatan dan bentuk tubuh perempuan pascapersalinan. Sebagian jamu juga dipercaya dapat menjaga kebersihan dan kecantikan organ kewanitaan atau melancarkan produksi air susu ibu. 

    Jamu terbuat dari tanaman herbal yang selama ini diyakini memiliki khasiat untuk kesehatan. Namun, bolehkah meminumnya setelah melahirkan?

    Sejumlah penelitian mengemukakan bahwa para ibu boleh saja minum jamu setelah melahirkan untuk mengurangi rasa nyeri atau tidak nyaman. Tetapi, penting untuk mengetahui kandungan bahan alami pada jamu tersebut terlebih dahulu.

    Sebab, tidak semua bahan alami pada rempah-rempah tradisional baik dikonsumsi oleh ibu yang baru melahirkan dan menyusui. Tapi, jika jamu terbuat dari rempah-rempah alami, seperti kunyit, jahe, temu kunci, temulawak, dan lain sebagainya, cenderung aman dan baik untuk kondisi tubuh ibu setelah melahirkan.

    ADVERTISEMENT

    Rempah seperti kunyit mengandung berbagai vitamin dan mineral, termasuk vitamin B6, vitamin C, kalium, mangan, dan magnesium yang baik untuk tubuh ibu melahirkan. Selain itu, kunyit dapat memulihkan sakit perut dan menyembuhkan luka pascapersalinan berkat sifat antiradang yang terkandung di dalamnya.

    Bahan utama yang juga sering kali digunakan sebagai minuman jamu setelah melahirkan adalah jahe. Jahe mengandung vitamin B6, vitamin E, magnesium, zat besi, kalium, mangan, serta selenium.

    Jahe juga dikenal dengan sifat antiradang yang membantu mempercepat penyembuhan luka setelah melahirkan. Kandungan galaktagog dalam jahe dapat membantu merangsang produksi ASI untuk Si Kecil.

    Meski cenderung aman, jamu setelah melahirkan masih dibutuhkan penelitian ilmiah lebih lanjut mengenai keefektifan kandungan rempah-rempah alami di dalamnya untuk memulihkan kondisi tubuh ibu setelah melahirkan.

    Selain itu, perlu juga memerhatikan jumlah jamu yang dikonsumsi. Walaupun cenderung aman, rempah-rempah atau daun herbal alami pada jamu mungkin memiliki efek samping tertentu apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Apalagi jika jamu tersebut di dalam kemasan karena biasanya mengandung campuran bahan lain.

    Selain itu, kondisi tubuh setiap ibu melahirkan berbeda-beda sehingga mengonsumsi jamu setelah melahirkan bisa saja menimbulkan efek samping tertentu yang berbeda pula.

    Dokter mungkin saja meresepkan obat-obatan yang harus ibu konsumsi setelah melahirkan. Dikhawatirkan, ada interaksi jamu tradisional dan obat yang kurang baik untuk kesehatan ibu. Karena itu, konsultasikan terlebih dahulu sebelum meminum jamu.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.