Jadwal Pemeriksaan Kehamilan selama Pandemi, Minimal 7 Kali selama 9 Bulan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil. (Unsplash/Suhyeon Choi)

    Ilustrasi ibu hamil. (Unsplash/Suhyeon Choi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama pandemi Covid-19, jadwal pemeriksaan kehamilan jadi berkurang. Tapi, setidaknya wanita hamil melakukan pemeriksaan setidaknya tujuh kali selama kehamilan. 

    Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Klinik Bamed, Upik Anggraheni, mengatakan, kunjungan pertama dilakukan saat trimester pertama kehamilan untuk mengetahui normal atau tidaknya perkembangan janin.

    "Ini bisa dideteksi sejak usia kehamilan 6-8 minggu," ujar dia dalam Virtual Media Briefing Bamed Healthcare, Rabu, 26 Agustus 2020.

    Kendati para ibu hamil merasa hanya mengalami flek, tidak mengalami kram perut, mual, tetapi ada riwayat kehamilan di luar kandungan, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

    ADVERTISEMENT

    Pemeriksaan selanjutnya, saat usia kandungan 11-13 minggu. Pada tahap ini, dokter melakukan skrining, menentukan usia pasti kehamilan karena angka akurasi paling tinggi di masa ini. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan laboratorium dasar seperti HIV, HbsAg dan lainnya.

    Selanjutnya, kontrol ke dokter perlu ibu hamil jalani pada usia kandungan 20 minggu untuk dilakukan skrining anatomi janin, dilanjutkan saat usia kehamilan 28 minggu untuk pemeriksaan pranatal, guna mendeteksi ada tidaknya keracunan kehamilan.

    "Lalu pada usia 36 minggu untuk mengetahui posisi janin, letak plasenta dan ibu wajib datang bila ada kelainan pada pemeriksaan darah sebelumnya," kata Upik.

    Selanjutnya, pemeriksaan dilakukan seminggu sekali saat usia kandungan 37 minggu hingga memasuki masa persalinan untuk mengevaluasi air ketuban.

    Para ibu juga disarankan kembali memeriksakan diri ke dokter bila ada keluhan usai persalinan. Untuk keluhan ringan bisa dikonsultasikan secara daring atau telemedik.

    Menurut Upik, ada perbedaan layanan kesehatan ibu hamil sebelum era pandemi Covid-19 dan sekarang, yaitu mengenai protokol kesehatan yang digunakan serta penyesuaian jadwal kontrol sesuai kebutuhan setiap ibu hamil.

    Semua dokter yang bertugas harus menggunakan alat pelindung diri (APD), berkomunikasi via tabir kaca untuk menjaga ibu hamil tetap sehat dan tenaga kesehatan aman dalam bekerja, dan esensi pelayanan tetap akan terpenuhi secara optimal.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.