Wanita Hamil Disarankan Hindari Kafein, Peneliti Ungkap Alasannya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kopi. Unsplash.com/Kira Auf Der Heide

    Ilustrasi kopi. Unsplash.com/Kira Auf Der Heide

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu hamil disarankan menghindari konsumsi kafein untuk menjaga kondisi tubuh serta janin. Kafein disebut meningkatkan risiko masalah seperti lahir meninggal dunia, keguguran, dan berat lahir rendah.

    Hal itu terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Profesor Jack James dari Universitas Reykjavik di Islandia. Dia melihat data dari 37 penelitian dan dalam 32 studi.

    Selain risiko tersebut, penelitian Profesor James juga menunjukkan peningkatan risiko leukemia akut pada masa kanak-kanak dan obesitas terkait dengan ibu yang mengonsumsi kafein selama kehamilan.

    "Secara khusus, bukti ilmiah kumulatif mendukung wanita hamil dan wanita yang mempertimbangkan kehamilan disarankan untuk menghindari kafein," ujarnya dilansir dari Metro UK, Rabu, 26 Agustus 2020.

    ADVERTISEMENT

    Kendati demikian, beberapa ahli tidak setuju dengan temuan Profesor James. Daghni Rajasingham, konsultan kebidanan dan juru bicara Royal College of Obstetricians and Gynecologists, mengatakan temuan studi ini menambah bukti yang mendukung asupan kafein yang terbatas selama kehamilan, tetapi wanita hamil tidak perlu sepenuhnya menghentikan kafein. 

    Dia menuturkan seperti catatan penelitian, kadar kafein yang tinggi selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran dan bayi dengan berat lahir rendah dan dapat menyebabkan penambahan berat badan berlebih di tahun-tahun awal anak, yang dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan di kemudian hari.

    "Namun, seperti yang ditemukan oleh penelitian lain, wanita hamil tidak perlu menghentikan konsumsi kafein sepenuhnya karena risiko ini sangat kecil, bahkan jika batas kafein yang disarankan terlampaui," tuturnya.

    The Royal College of Obstetricians and Gynecologists' menyarankan untuk membatasi asupan kafein hingga 200 miligram per hari atau setara dengan dua cangkir kopi instan. 

    "Makalah ini tidak menggantikan semua bukti lain yang telah menemukan bahwa asupan kafein yang terbatas aman untuk sebagian besar wanita hamil," tambah Rajasingham. 

    Profesor Andrew Shennan, profesor kebidanan di Kings College London, menunjukkan bahwa faktor risiko lain mungkin telah diabaikan dalam penelitian tersebut, dan mengatakan kepada BBC bahwa meskipun ada bahaya dalam mengonsumsi dosis tinggi kafein selama kehamilan, jumlah kecil seharusnya baik-baik saja. "Kafein telah ada dalam makanan manusia sejak lama," imbuhnya. 

    Namun Shennan berpendapat sifat observasi dari data ini dengan bias yang melekat tidak menunjukkan dengan pasti bahwa dosis rendah kafein berbahaya, dan saran saat ini untuk menghindari kafein dosis tinggi tidak mungkin berubah.

    NHS sebelumnya menyebut 200 miligram kafein dalam sehari aman bagi ibu hamil. Pasalnya kafein tidak hanya ada dalam kopi, tetapi juga dapat ditemukan dalam teh, coklat, minuman ringan, dan minuman energi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.