Susan Bachtiar Pernah Alami Infeksi Saluran Kemih, Begini Cara Mencegahnya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • foto: Tempo/Ramdani

    foto: Tempo/Ramdani

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernah mengalami rasa ingin buang air kecil tapi susah atau hanya keluar sedikit-sedikit? Jika iya, bisa jadi Anda mengalami infeksi saluran kemih (ISK).

    ISK merupakan infeksi yang terjadi di saluran kencing atau kemih, mulai dari ginjal, ureter, kandung kemih, sampai saluran uretra tempat kita mengeluarkan kemih.

    Keluhan ISK pernah dirasakan oleh artis Susan Bachtiar. "Mungkin saya banyak duduk, kalau sudah kerja lupa minum, problem lain adalah saya agak jijik kalau ke public toilet jadi suka nahan pipis. Alhasil beberapa kali merasa tidak enak, perut bawah tidak nyaman dan kadang muncul demam," ucapnya.

    Sebelum tahu namanya ISK, Susan menyebutnya dengan istilah anyang-anyangan. Jadi dia hanya disuruh minum air putih, kadang bisa hilang tapi muncul lagi. Setelah nikah tidak lama kemudian kena lagi lalu konsul ke dokter karena Susan merasa sudah tidak nyaman.

    ADVERTISEMENT

    "Sejak saat itu saya benar-benar aware pokoknya make sure jaga kebersihan, membasuh dari depan ke belakang, banyak minum air putih dan saya selalu menakar apa yang saya minum jadi tahu sehari minum sudah berapa liter," ucapnya.

    Menurut dokter spesialis bedah urologi Andre Dasta Chrishbeth, infeksi yang terjadi di salah satu saluran kemih itu secara umum karena bakteri, mirip seperti infeksi pada organ lain seperti pada gigi dan saluran pencernaan. 

    Andre mengatakan, semua orang bisa kena baik laki-laki maupun wanita, dewasa, anak, tua, dan muda. Tapi yang paling sering terkena adalah perempuan.

    "Karena secara anatomi, bentukan saluran, khususnya uretra atau saluran kencing paling bawah itu pendek dan lurus. Sementara pria kan lebih berbelok dan lebih panjang, sehingga secara teknis lebih mudah terkena ialah wanita," ucap dokter di RS Eka Hospital Cibubur ini.

    Faktor penyebab yang sering dialami wanita ialah kuman dari daerah sekitar lubang kencing. Ada dua alasannya. Pertama, posisi lubang kencing dan vagina berdekatan sehingga kuman yang ada di vagina bisa menginfeksi saluran kencing, sehingga yang paling berisiko adalah kebersihan di daerah lubang kencing.

    "Kedua, cara membersihkan organ kencing dimulai dengan menyiram, menyeka, mengelap. Termasuk di tempat umum kan itu juga jadi ajang penularan. Ketiga, kebiasaan menahan kencing. Keempat, jarang minum. Walaupun ruangan ber AC tapi kurang intake cairan membuat kita lebih mudah mengalami ISK," lanjutnya.

    Di antara keempat penyebab itu, yang paling sering adalah karena intake cairan kurang. Maka cukupkan minum dalam kondisi apa pun.

    "Patokannya mudah, walaupun bilangnya minum 2 liter atau 8 gelas tapi yang lebih objektif lihat warna kencing kita. Kok warnanya kuning atau kayak teh artinya minum kurang. Jadi normalnya warna air kencing harus jernih," kata dia.

    Adapaun gejala ISK yang perlu Anda ketahui sebagai berikut. 

    - Anyang anyangan, ditandai dengan keinginan sering buang air kecil tapi yang keluar hanya sedikit. 
    - Sakit saat kencing
    - Pada beberapa kasus, air kencing juga berwarna lebih pekat atau kemerahan karena bercampur darah.
    - Sakit di perut bawah, rasanya seperti berat atau seperti ada yang mengganjal. Terkadang disertai dengan demam.
    - Sering keputihan juga bisa memicu sering ISK, karena dua lubang tersebut sangat dekat.

    Andre mengatakn, jika sudah mengalami ISK, cari dulu penyebabnya. Jika karena bakteri maka bisa diobati dengan antibiotik yang sesuai sampai tuntas. Kalau ada sebab lain misalnya batu, sumber infeksi harus diselesaikan dengan mengeluarkan batu.

    "Terpenting diingatkan juga khususnya pada wanita, kalau sering terjadi keputihan bisa jadi pemicu infeksi. Maka obati pula keputihannya tentu dengan bagian terkait," kata dia. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.