Jangan Kelamaan Dimasak, Begini Cara Terbaik Mengolah Bayam Menurut Pakar

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayam. Shutterstock

    Ilustrasi bayam. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Bayam jadi salah satu sayuran yang paling sering dikonsumsi masyarakat. Selain mudah didapat, sayuran ini juga kaya nutrisi penting bagi tubuh. Biasanya bayam diolah dengan dibuat sayur bening atau ditumis. Tapi ternyata ada cara terbaik mengolah bayam agar kandungan nutrisinya tidak berkurang.

    Pakar nutrisi sekaligus penulis buku asal New York, Cynthia Sass, merekomendasikan memasukkan bayam ke dalam hidangan mentah. Dia juga merekomendasikan memasukkannya ke dalam masakan, walau beberapa penelitian menunjukkan tidak memasaknya adalah cara terbaik untuk menjaga kandungan luteinnya.

    Lutein merupakan salah satu antioksidan yang berperan mengurangi risiko seseorang terkena denegerasi makula terkait usia (AMD), yakni penyakit mata penyebab rusaknya penglihatan.

    Hal itu dibuktikan dalam sebuah penelitian di Swedia. Dalam penelitian itu, bayam dimasak menggunakan berbagai metode hingga 90 menit. Semakin lama bayam direbus, semakin rendah kadar lutein yang tersisa.

    ADVERTISEMENT

    Begitu juga saat bayam digoreng dengan suhu tinggi, sebagian besar lutein terdegradasi hanya dalam dua menit.

    Jadi, ilmuwan mengatakan cara terbaik mengkonsumsi bayam agar kadar luteinnya tidak berkurang adalah dengan membuatnya menjadi smoothie yang dikombinasikan dengan lemak sehat, seperti alpukat atau mentega almond.

    Ketika diolah jadi smoothie, bayam bayam dipotong kecil-kecil sehingga semakin banyak lutein dilepaskan dari daun. Campuran lemak berfungsi meningkatkan kemampuan untuk menyerap antioksidan.

    Penelitian sebelumnya menemukan, memasak bayam bisa mempengaruhi kandungan folatnya; merebusnya bisa memangkas tingkat vitamin B hampir setengahnya. Sementara mengukus bayam, tidak membuat banyak folat hilang bahkan setelah empat setengah menit.

    Sebuah penelitian terbaru mengamati pengaruh metode memasak yang berbeda terhadap kandungan vitamin dalam sayuran tertentu, termasuk bayam. Para peneliti menemukan, penggunaan microwave bisa menyebabkan vitamin K hilang.

    Memasak bayam juga menurunkan kadar vitamin E dalam sayuran itu tetapi meningkatkan kandungan vitamin A karena kondisinya melunak, yang membantu melepaskan dan menyerap nutrisi.

    Jadi, untuk mendapatkan manfaat secara maksimal sebaiknya bayam dikonsumsi sebagian mentah, sebagian dimasak. Tapi, jangan memasaknya terlalu matang.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?