Waspada Mata Lelah akibat Terlalu Lama Bekerja di Depan Layar, Simak Gejalanya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bekerja. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita bekerja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sama seperti organ tubuh lain, mata juga mengalami kelelahan ketika harus menatap layar komputer atau gawai berlama-lama. Kondisi tersebit dikenal dengan eye strain alias mata lelah.

    Mata lelah disebabkan oleh aktivitas yang hanya melihat pada satu arah dalam waktu lama. Tak hanya ketika memandang layar gawai, kondisi ini juga bisa dialami orang yang menyetir dalam waktu lama.

    Selain itu, ada sejumlah hal yang juga dapat memicu munculnya mata lelah, di antaranya membaca secara terus-menerus tanpa mengistirahatkan mata, terpapar cahaya terang atau silau, melihat di tempat dengan minim penerangan, mata kering, stres dan kelelahan, atau terkena udara dari kipas angina atau AC.

    Selain itu, mata lelah juga disebabkan oleh jarak yang terlalu jauh atau terlalu dekat ketika memandangi layar gawai, juga pencahayaan layar gadget yang seringkali tidak disesuaikan dengan kondisi sekitar.

    ADVERTISEMENT

    Salah satu gejala eye strain adalah mata berair atau justru kering. Penderita eye strain biasanya akan mengalami iritasi pada mata mereka.

    Selain iritasi, ada sejumlah gejala yang muncul ketika terkena eye strain, antara lain penglihatan kabur atau ganda, sakit kepala, rasa kaku pada leher, bahu, maupun punggung, meningkatnya sensitivitas terhadap cahaya, kesulitan untuk berkonsentrasi, dan merasa kesulitan membuka mata.

    Gejala tersebut bisa makin buruk apabila orang-orang tetap mempertahankan aktivitas serupa dalam waktu lama. Selain itu, kurang tidur juga dapat menyebabkan iritasi mata berulang.

    Mata lelah tak hanya memunculkan gejala yang membuat tak nyaman, tapi bisa menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Ketika menggunakan gadget dalam waktu yang lama, orang-orang secara tidak langsung akan terpapar sinar biru dari layar. Paparan sinar secara biru terus-menerus dalam waktu lama ini pun kemudian memicu munculnya penyakit-penyakit mata seperti gangguan pada retina, katarak, degenerasi macula, dan gangguan tidur.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.