Takut ke Rumah Sakit saat Pandemi, Aura Kasih Siapkan Layanan Kesehatan Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aura Kasih (Instagram @aurakasih)

    Aura Kasih (Instagram @aurakasih)

    TEMPO.CO, Jakarta - Aura Kasih adalah salah satu orang yang sangat peduli dengan masalah kesehatan. Dia rutin melakukan perawatan tambahan untuk memperkuat daya tahan tubuhnya, terutama di masa pandemi Covid-19.

    Namun, pandemi membuat sebagian orang khawatir untuk datang ke pusat kesehatan.

    Menyadari kondisi tersebut, Aura Kasih melalui Aura Dermatology by DNI Skin Center miliknya menghadirkan perawatan kesehatan yang berkonsep wellness. Perawatan tidak hanya diberikan pada bagian luar tubuh, namun juga kesehatan secara menyeluruh.

    "Era pandemi dan adaptasi new normal, kita juga menyediakan pelayanan kesehatan menyeluruh mulai dari vaksin hingga immune booster," kata ibu satu anak itu melalui keterangan resminya, Jumat, 21 Agustus 2020.

    ADVERTISEMENT

    Perempuan 33 tahun itu mengatakan kliniknya menyediakan vaksinasi untuk kanker serviks, vaksinasi meningitis, hingga vaksinasi influenza. Selain itu ada juga suntik vitamin C hingga immune booster.

    "Misalnya mau vaksin tapi takut ke rumah sakit, tidak ingin antre karena ramai, di klinik kita bisa melayani," ujar perempuan yang juga aktif sebagai pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini.

    Sementara itu, Aura berbagi pengalamannya setelah proses melahirkan mengalami kerontokan rambut. Dia pun memberi solusi untuk melakukan terapi PRP (Platelet-Rich Plasma).

    Terapi ini dilakukan dengan mengambil plasma darah pasien, yang kemudian disuntikkan ke kulit kepala untuk mengatasi rambut botak atau kerontokan.

    "Ibu hamil atau habis melahirkan, rambutnya kan suka rontok. Perawatan PRP ini solusi amannya, karena pakai darah sendiri," kata Aura.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.