Yang Perlu Dilakukan Orang Tua Saat Tahu Anaknya Dihakimi di Media Sosial

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bermain media sosial. (Unsplash/Leon Seibert)

    Ilustrasi bermain media sosial. (Unsplash/Leon Seibert)

    TEMPO.CO, Jakarta - Baru-baru ini jagat media sosial diramaikan dengan unggahan tentang video seorang aktris remaja yang diduga sedang bersama dengan kekasihnya. Pada video tersebut, aktris tadi ditengarai melakukan adegan mesra. 

    Netizen ramai-ramai menghakiminya. Ibunda aktris remaja tersebut tak tinggal diam. Dia membela buah hatinya dan berharap warganet berhenti menyudutkan anaknya.  

    Seperti diketahui, bentuk penghakiman di media sosial membawa banyak konsekuensi, termasuk perubahan emosi dan perilaku. Tapi korban bukan satu-satunya yang terpengaruh. Faktanya, penelitian menunjukkan anggota keluarga juga terdampak.

    Perubahan emosi dan perilaku ini bermula dari ketidakberdayaan dan kecemasan kemudian dapat berujung pada isolasi dan penyakit fisik. Tetapi mengetahui bagaimana anggota keluarga mungkin terpengaruh dapat membantu mengurangi dampak penghakiman atau judging.

    Melansir laman Very Well Family, ketika seorang anak di-bully atau dihakimi di dunia maya, banyak orang tua tidak dapat berhenti memikirkan kondisi buah hatinya. Sering kali orang tua menjadi sangat takut akan keselamatan anaknya, sehingga menciptakan lingkungan yang menindas dan membatasi. 

    Jenis pola asuh yang terlalu protektif ini hanya meningkatkan kecemasan semua orang yang terlibat. Alih-alih terobsesi dengan hal-hal yang tidak dapat mereka kendalikan, anggota keluarga harus fokus pada pemberdayaan anak yang tengah dihakimi.

    Orang tua kerap bergumul dengan perasaan gagal melindungi anaknya. Bahkan orang tua sampai mempertanyakan kemampuan mengasuh mereka. Jika penghakiman ini terjadi di dunia cyber, orang tua sering memutuskan untuk memantau atau membatasi penggunaan teknologi bagi anak mereka. 

    Tidak hanya anak, warganet juga menghakimi orang tua ketika seorang anak diintimidasi. Mereka mengkritik pola asuh orang tua korban dan meyakinkan diri bahwa hal seperti ini tidak akan pernah terjadi pada anak mereka. Semua kondisi ini membuat orang tua dan anggota keluarga lainnya merasa sendirian dan terisolasi.

    Mengingat konsekuensi ini serius, penting bagi anggota keluarga mencari bantuan dari luar ketika seseorang yang mereka cintai sedang mengalami masalah. Orang tua perlu meyakini bahwa mereka tetap sehat dan menjaga diri mereka sendiri. 

    Catatan:
    Judul dan sebagian alinea awal artikel ini telah diubah. Kami mohon maaf.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.