Olahraga dan Keluarga, Kunci Retno Marsudi Hindari Stres selama Pandemi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (Dok. Kemlu)

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (Dok. Kemlu)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hampir semua orang mengalami tekanan atau stres tambahan saat bekerja di masa pandemi. Namun, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi punya kiat untuk mengatasinya. Salah satunya adalah menyenangi pekerjaan yang dia pilih. 

    “Kalau saya pertama kita harus senang dengan pekerjaan yang kita lakukan, karena bisa stres kalau tidak [senang], saya adalah orang yang kebetulan memiliki passion yang begitu tinggi di bidang pekerjaan saya karena saya berasal dari diplomat karier sehingga pertahun ini saya sudah bekerja di Kementerian Luar Negeri selama 34 tahun,” ungkapnya lewat diskusi daring, Senin, 17 Agustus 2020.

    Selain itu, perempuan 57 tahun itu menyebutkan bahwa gaya hidup menjadi faktor lain untuk meminimalisasi stres di tengah pandemi. Menurutnya, olahraga dan bercengkrama dengan keluarga dapat meredam stres.

     “Ternyata bekerja dengan baik untuk mengimbangi stres itu dengan berolahraga. Saya tiap hari harus olahraga, pagi sehabis subuh siap untuk jogging hingga 5 km setiap harinya. Saya sekarang ini juga sudah 7 bulan punya mainan baru [punya cucu], jadi punya cucu menghilangkan stres yang ada,” ungkapnya.

    ADVERTISEMENT

    “Dan, gaya hidup, no karbo, no oil, no sugar, low fat,” lanjutnya.

    Dia pun menyebutkan bahwa mengelola stres dengan mencintai pekerjaan juga menjadi bagian dari arti seorang pemimpin. Dia menyebutkan bahwa pemimpin adalah sosok yang perlu menjaga amanah dan tanggung jawab.

    “Saya mencintai pekerjaan ini, kalau tidak cinta dengan profesi kita pasti semuanya akan jadi siksaan, karena menjadi diplomat kontraknya 7 hari 24 jam dan setiap waktu tuntutan pekerjaan itu bisa muncul,” kata Retno Marsudi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.