Kapok Ngecek HP Pasangan, Ayu Dewi: Itu Privasi yang Tak Boleh Dilanggar

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Paling kanan) Ayu Dewi bersama suami, Regi Datau. Instagram.com/@mrsayudewi

    (Paling kanan) Ayu Dewi bersama suami, Regi Datau. Instagram.com/@mrsayudewi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ayu Dewi dan suaminya, Regi Datau, telah menikah selama 8 tahun. Selama menikah, pasangan yang dikaruniai tiga anak, Aqilah Dewi Humairah, Mohamad Aqlan Ukasyah, dan Muhammad Aqli Ataya, ini selalu terlihat harmonis di depan publik.

    Salah satu kunci keharmonisan keduanya adalah menjaga privasi pasangan. Misalnya, Ayu mengaku tak lagi pernah mengecek handphone Regi. Begitu pun sebaliknya. Menurut mereka, privasi tetap penting meskipun mereka telah menikah. 

    “Insaf sama kapok beda tipis nggak, sih? You know what, ternyata privasi itu nggak boleh dilanggar. n Ternyata privasi itu nggak boleh dilanggar. Selama ini aku salah. Jadi, buat kamu yang mau nikah, atau baru nikah, jangan pernah ngecek HP pasangan karena itu privasi. Jangan pernah d ilanggar biar kita juga nggak digituin,” ujar Ayu dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya, MrsAyuDewi, Pertanyaan Pedes Netizen Dimanisin Kue Pandan Kelapa, Selasa, 18 Agustus 2020.

    Regi Datau
    juga mengungkapkan hal yang sama. Sambil bercanda dia mengungkapkan bahwa Ayu telah berhenti mengecek handphone-nya karena menemukan hal yang membuatnya makin yakin terhadap Regi.

    Tapi Regi menambahkan jawabannya. “Kita itu nikah dengan pasangan, bukan dengan HP-nya,” kata dia.

    ADVERTISEMENT

    Meski terlihat harmonis, Ayu dan Regi juga pernah bertengkar selama menikah, bahkan sampai ingin bercerai. Dia menceritakan hal tersebut untuk menjawab salah satu pertanyaan netizen.

    “Pernah-pernah ajalah, apalagi kita pasangan muda jadi kalau emosi gampang keluarnya,” kata Regi.

    Namun, mereka akhirnya menyadari bahwa banyak hal yang lebih penting daripada ego masing-masing.

    “Misalnya anak-anak, tanggung jawab kita kepada orang tua yang telah menikahkan kita, dan tanggung jawab sama yang di atas,” kata Regi. 

    Dia juga mengatakan harus berhati-hati mengucapkan kata cerai. Banyak dampak yang harus dipikirkan dari ucapan tersebut. 

    “Satu lagi, kata-kata cerai itu sering kali harus dipikir berulang lagi, memikirkan banyak faktor, karena bisa jadi cerai itu bukan yang terbaik,” ujar Regi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...