Gaya Edgy Tara Basro Foto Post-Wedding, Ajak Publik Ingat Asal Muasal

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tara Basro melakukan pemotretan post-wedding. Instagram.com/@tarabasro

    Tara Basro melakukan pemotretan post-wedding. Instagram.com/@tarabasro

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Tara Basro melakukan pemotretan post wedding. Hampir mirip dengan foto pre wedding, sesi pemotretan pasangan yang dilakukan usai menikah dengan mengangkat tema tertentu. Dia mengunggah beberapa rangkaian foto di Instagram-nya, Minggu 16 Agustus 2020. 

    Foto pertama yang diunggah adalah foto mengenakan kebaya berwarna perak rancangan Vera Kebaya. Tara Basro menambahkan aksesori berupa kacamata hitam sehingga terkesan edgy. Sedangkan foto kedua adalah foto sang suami Daniel Adnan, mengenakan busana beskap lengkap dengan blangkon dan keris. Keduanya kemudian berpose bersama di depan nasi tumpeng kuning.

    Sedangkan di unggahan kedua, pasangan yang menikah pada 17 Juni 2020 ini terlihat mengenakan busana adat Lampung pesisir. Tara terlihat anggun mengenakan busana yang terdiri dari kebaya, kain songket, belt serta kalung etnik, serta siger di kepalanya.   

    Dalam keterangan unggahannya, Tara Basro menceritakan bahwa ia awalanya ingin membuat foto untuk prewedding. Dia juga menjelaskan alasannya menggunakan banyak busana adat.  “Ini salah satu pakaian adat dari 4 yang kami pakai, kami berdua datang dari keluarga yang sangat dekat dengan tradisi, banyak orang yang berpikir kalau modernitas itu selalu lebih baik, namun akar dan tradisi penting untuk dilestarikan, dengan perkembangan jaman keduanya harus bisa berjalan berdampingan,” tulis aktris Perempuan Tanah Jahanam itu.

    ADVERTISEMENT

    Tara Basro melanjutkan belajar dari perjalanan leluhur ia dan sang suami ingin menjadi generasi yang lebih baik. Menurutnya, dahulu orang-orang hanya diperkenankan untuk menikah sesama etnis mereka. “Namun sekarang cinta menyatukan perbedaan, melalui karya ini semoga kita bisa merasa bangga dengan asal-usul dan budaya kita,” ujarnya.

    Bagi Tara, pemotretan post wedding ini karya dengan dua orang yang sedang jatuh cinta dengan mengenakan beberapa baju adat yang menampilkan keindahan kedua adat yang berbeda. “Bagaimana sebagian dari kita terobsesi dengan modernitas tetapi pada dasarnya tradisi harus dilestarikan, melalui set dan bingkai kami mencoba menunjukkan kontras ini, dalam gambar-gambar ini kita dapat melihat mereka mengenakan pakaian tradisional dari berbagai suku, memiliki dua orang dalam bingkai juga menunjukkan bahwa melalui perbedaan cinta bisa dipersatukan,” lanjutnya.

    Dari karya pemotretan ini, Tara Basro berharap agar masyarakat bisa merasa bangga dengan asal muasalnya. Selain desainer Vera Kebaya, timnya terdiri dari fotografer Thomas Danes, creative director Jonathan Andy Tan, makeup artist Yosefina Yustiani, set design Rumah Cenik, dan lainnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.