Penyebab Vaginismus Gangguan Seksual pada Wanita, Fisik Hingga Emosional

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vagina. Shutterstock

    Ilustrasi vagina. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu gangguan seksual yang umum terjadi pada wanita adalah vaginismus. Kondisi ini di mana otot sekitar vagina mengencang dengan sendirinya saat penetrasi seksual. Meski tak memengaruhi gairah seksualnya, namun kondisi ini bisa menghambat hubungan intim karena menimbulkan ketidaknyamanan atau bahkan nyeri. Vaginismus juga dapat ditandai dengan berbagai gejala yang harus diwaspadai.

    Vaginismus memengaruhi kelompok otot pubococcygeus yang bertanggung jawab untuk buang air kecil, hubungan intim, orgasme, buang air besar, dan melahirkan. Vaginismus dibagi menjadi dua, yaitu vaginismus primer dan sekunder.  Primer artinya sudah mengalami nyeri sejak pertama kali berhubungan intim atau setiap kali menggunakan tampon. Sedangkan vaginismus sekunder adalah kondisi di mana awalnya tidak nyeri kemudian tiba-tiba terasa nyeri. 

    Beberapa gejala vaginismus yang mungkin Anda alami misalnya, hubungan seks terasa menyakitkan (dispareunia) yang mungkin disertai dengan sensasi terbakar atau menyengat, sulit atau bahkan tak dapat melakukan penetrasi, rasa sakit seksual dalam jangka panjang dengan atau tanpa sebab yang diketahui, nyeri saat memasang tampon, sakit saat pemeriksaan ginekologis dan mengalami kejang otot secara menyeluruh saat mencoba penetrasi

    Gejala bisa bervariasi antar individu mulai dari yang ringan hingga yang berat. Hal ini bisa membuat Anda khawatir untuk melakukan hubungan seks sehingga mencoba menghindarinya. Jika terus dibiarkan tentu dapat mengganggu hubungan dan kualitas hidup Anda. Oleh sebab itu, apabila Anda merasakan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

    ADVERTISEMENT

    Vaginismus bisa disebabkan oleh masalah fisik, emosional, maupun keduanya. Kelainan ini dapat pula terjadi karena orang tersebut menghendakinya. Berikut faktor emosional penyebab vaginismus:

    - Ketakutan untuk berhubungan intim, misalnya takut merasa sakit atau hamil
    - Sedang merasa cemas atau stres 
    - Hubungan bermasalah dengan pasangan, seperti mengalami kekerasan, kekesalan, ketidakpercayaan, dan lainnya
    - Pernah mengalami kejadian traumatis, misalnya pemerkosaan atau pelecehan
    - Pengalaman masa kecil, seperti paparan gambar-gambar seksual atau penggambaran seks di lingkungan sekitar

    Sementara, faktor fisik penyebab vaginismus, di antaranya:
    - Infeksi, misalnya infeksi saluran kemih dan infeksi jamur
    - Kondisi medis tertentu, seperti kanker atau lichen sclerosus
    - Dampak persalinan
    - Menopause
    - Operasi panggul
    - Foreplay yang tak cukup
    - Vagina kurang pelumas
    - Efek samping obat

    Vaginismus dapat terjadi pada wanita dengan usia berapa pun. Anda mungkin merasa sedih dan malu dengan kondisi tersebut, namun dalam kebanyakan kasus, perawatan dapat membantu mengatasinya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.