Telur dan 4 Makanan Rekomendasi WHO untuk Mengatasi Anemia Defisiensi Zat Besi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi poached egg atau telur ceplok rebus (PIxabay.com)

    Ilustrasi poached egg atau telur ceplok rebus (PIxabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Zat besi merupakan nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh secara keseluruhan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, mineral ini dibutuhkan untuk transportasi oksigen, sintesis DNA, dan metabolisme otot. Itulah sebabnya anak-anak dan wanita hamil penting memiliki kadar zat besi yang cukup. 

    Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, yang berarti penurunan kadar hemoglobin. Berdasarkan data WHO, 33 persen wanita tidak hamil, 40 persen wanita hamil, dan 42 persen anak-anak menderita anemia di seluruh dunia.

    Anemia ditandai dengan beberapa gejala seperti mudah lelah, detak jantung cepat, sesak napas dan sakit kepala, kesulitan dalam berkonsentrasi, kulit pucat dan pusing, insomnia, dan keram kaki.

    Dilansir dari Times of India, Ahad, 9 Agustus 2020, berikut makanan wajib rekomendasi WHO untuk mengatasi anemia defisiensi zat besi. Apa saja?

    ADVERTISEMENT

    1. Daging dan ikan

    Daging, unggas dan ikan sangat kaya zat besi. Daging lain yang kaya zat besi termasuk salmon dan tuna. Sertakan salah satu dari ini dalam makanan Anda 2-3 kali seminggu untuk melawan kekurangan zat besi.

    2. Telur

    Telur adalah sumber protein, zat besi, dan vitamin. Dalam 100 gram telur terdapat sekitar 1,2 miligram  zat besi di dalamnya.

    3. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan seperti lentil adalah sumber utama zat besi dari tumbuhan. Satu cangkir lentil mengandung sekitar 6,6 miligram zat besi.

    4. Sayuran berdaun hijau

    Bayam, salah satu sayuran hijau yang paling umum dan favorit, adalah sumber zat besi terbaik. Dalam 100 gram bayam mengandung sekitar 2,7 miligram zat besi. Sayuran lain yang kaya zat besi adalah kangkung dan kacang polong.

    5. Biji-bijian

    Selain sebagai camilan sehat, biji-bijian dan kacang-kacangan juga mengandung zat besi tinggi. Setiap 100 gram kacang campuran yang dipanggang ringan dengan garam dan minyak mengandung sekitar 2,6 miligram zat besi.

    Selain lima makanan tersebut, penderita anemia juga perlu mengonsumsi makanan yang membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Makanan tersebut seperti jeruk atau makanan tinggi vitamin C lainnya. 

    Penderita anemia juga perlu menghindari teh atau kopi karena dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh.

    Baca: 5 Buah Penambah Hb yang Tinggi Zat Besi, Ada Plum dan Mulberry


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pendaftaran Kartu Prakeraja Gelombang 18 Akan Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar

    Pemerintah akan membuka pendaftaran program Kartu Prakerja Gelombang 18 dalam waktu dekat. Begini syarat dan cara daftar untuk mendapatkan kartu itu.