Khloe Kardashian Idap Migrain Sejak Kecil, Tambah Parah Setelah Melahirkan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Khloe Kardashian. Instagram/@khloekardashian

    Khloe Kardashian. Instagram/@khloekardashian

    TEMPO.CO, JakartaKhloe Kardashian mengidap migrain sejak kelas enam sekolah dasar. Penyakit ini tergolong sakit kepala yang parah. Selain membuat berdenyut hebat, migrain biasanya disertai gejala pusing, kelelahan, hingga mual. 

    “Itu menyerangku seperti truk,” kata Khloe menggambarkan migrain yang dia derita, seperti dikutip Women's Health.  

    Ia masih teringat ketika pertama kali terserang penyakit itu, tak ada yang bisa dia mintai pertolongan. Sebab, di keluarga Kardashian, dialah yang pertama mengidap penyakit ini. Kondisi ini membuatnya benar-benar lemah. 

    "Ketika saya masih kecil saya tidak memiliki siapa pun yang bisa saya hubungkan atau berbicara tentang hal ini," kata Khloe.

    Ketika bicara dengan keluarganya, mereka mengatakan migrain yang dialaminya merupakan gejala sesuatu. Sejak itu dia malu mengungkapkannya ketika sedang menderita migrain.

    Tidak ada yang mengerti apa yang dia alami sampai ayahnya, Robert Kardashian, mengalami migrain di tengah perawatan kemo. "Aku sangat menyesal, aku tidak menyadari betapa melemahkan ini," kata ayahnya, seperti ditiru Khloe.

    Faktanya, Organisasi Kesehatan Dunia menempatkan migrain sebagai salah satu dari 10 penyakit medis paling melumpuhkan di Bumi.

    Selama bertahun-tahun, seluruh keluarganya berusaha membantu dan menunjukkan empati terhadap migrainnya. Mereka menyiapkan segala kebutuhan Khloe, tapi yang dia butuhkan hanyalah istirahat dan ditinggalkan sendirian. 

    Beberapa tahun terakhir gejalanya memburuk. "Sejak saya memiliki True, migrain saya benar-benar berduri," kata Khloe. Dia sering kali merasa jadi ibu yang bersalah karena sering kali meninggalkan aktivitasnya karena migrain kambuh. Saat kambuh, dia tak hanya sakit kepala, sering juga mengalami mual dan muntah.

    Dia tekah mencoba berbagai pengobatan homeopati untuk meringankan migrainnya, tapi tidak ada yang berhasil.

    Kini, dia ingin membantu mendidik orang-orang yang mengalami hal serupa. "Itu bagus untuk diketahui orang dan mereka tidak sendirian," katanya.

    Meski bisa dialami siapa saja, migrain lebih sering menyerang perempuan karena fluktuasi hormon. Itu sebabnya, migrain juga sering kambuh sebelum dan sesudah menstruasi.

    Menurut laman Web MD, kadar estrogen serta progesteron, turun tepat sebelum dimulainya menstruasi. Saat itulah kemungkinan besar terjadi migrain. Sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa perempuan yang mengonsumsi pil kontrasepsi hormon dosis tinggi bisa menyebabkan migrain. Terapi penggantian hormon, sejenis obat yang digunakan banyak wanita selama menopause untuk mengontrol kadar hormon, juga dapat memicu penyakit ini.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.