Buah Beri dan 5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Pengidap Miom

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sakit perut. Shutterstock

    Ilustrasi sakit perut. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Miom merupakan pertumbuhan sel tumor di dalam atau di sekitar uterus (rahim) yang tidak bersifat kanker atau ganas. Jika tidak muncul gejala tertentu, biasanya penyakit yang disebut juga dengan mioma, fibroid, rahim, atau leiomioma itu tidak memerlukan pengobatan khusus. Setelah menopause, jenis miom ini dapat menyusut atau bahkan menghilang sendiri tanpa menjalani pengobatan.

    Sebenarnya, tidak ada makanan yang secara langsung dapat mengecilkan miom. Namun, sejumlah studi mengemukakan bahwa melakukan pola makan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko perkembangan miom. Gaya hidup sehat juga mampu meringankan gejala miom, seperti rasa nyeri yang teramat sangat saat menstruasi hingga depresi.

    Perubahan gaya hidup tersebut, termasuk pula mengonsumsi pola makan yang tepat, rutin berolahraga, dan melakukan teknik relaksasi.

    Berikut adalah beberapa jenis makanan yang diyakini dapat mengecilkan atau memperlambat perkembangan miom.

    1. Buah-buahan beri

    Buah-buahan beri seperti blueberry, mulberi, raspberry, stroberi, blackberry, dan anggur, mengandung resveratrol, salah satu senyawa kimia sebagai respon terhadap infeksi. Para peneliti kesehatan percaya bahwa resveratrol dapat menghentikan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel miom.

    2. Makanan tinggi serat

    Makanan yang mengandung serat dapat membantu menurunkan berat badan dan menjaga keseimbangan hormon tubuh. Selain itu, makanan kaya serat juga dapat menjaga kadar gula dalam darah tetap stabil. Inilah yang dapat mencegah dan memperlambat perkembangan miom.

    Serat terdapat banyak dalam sayuran, buah-buahan, biji gandum utuh, oatmeal, lentil, dan kacang-kacangan.

    3. Makanan yang mengandung kalium

    Penelitian menunjukkan bahwa perempuan dengan miom yang parah juga memiliki tekanan darah tinggi. Karena itu, makanan yang mengandung kalium penting untuk dikonsumsi penderita miom. Makanan ini misalnya alpukat, pisang, buah-buahan citrus seperti lemon dan jeruk, kurma, tomat, blewah, kentang, dan lentil.

    4. Sumber makanan vitamin D

    Menurut sebuah studi, sumber makanan vitamin D dapat mengurangi risiko perkembangan miom sebanyak 32 persen. Selain itu, sumber makanan vitamin D seperti produk olahan susu umumnya mengandung kalsium, fosfor, dan magnesium sehingga dipercaya dapat memperlambat pertumbuhan miom dalam tubuh.

    5. Teh hijau

    Teh hijau mengandung berbagai antioksidan yang baik bagi penderita miom. Sebuah hasil penelitian menyebutkan bahwa teh hijau mengandung epigallocatechin gallate yang dapat memperlambat pertumbuhan miom dengan cara meringankan peradangan dan menurunkan kadar estrogen tinggi.

    Meski baik untuk kesehatan, manfaat teh hijau untuk mengecilkan miom masih memerlukan penelitian lebih lanjut guna mengetahui keefektifannya.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.