Gonore pada Wanita Mirip Infeksi Jamur Vagina, Kenali Gejalanya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vagina. Shutterstock

    Ilustrasi vagina. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu jenis penyakit menular seksual adalah penyakit gonore atau yang dikenal dengan kencing nanah. Penyakit ini disebabkan bakteri  Neisseria gonorrhoeae. Jenis bakteri ini biasanya akan menginfeksi area yang hangat dan lembap, seperti saluran uretra, anus, vagina, saluran reproduksi perempuan (tuba fallopi, serviks, dan rahim), tenggorokan, hingga mata.

    Bakteri tersebut dapat menular melalui seks tidak aman melalui oral, anal, atau vaginal. Risiko infeksi juga dapat meningkat apabila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan kondom. Gejala gonore umumnya dapat terjadi sekitar 2-14 hari setelah Anda tertular. Namun, tidak semua orang menyadari ciri-ciri penyakit gonore yang muncul.

    Bahkan, ada yang mengalami penyakit gonore tanpa menunjukkan gejala-gejala yang ada, atau dikenal dengan pembawa tanpa gejala (nonsymptomatic carrier). Meski tanpa menunjukkan gejala, orang pembawa tanpa gejala sudah dapat menulari gonore ke pasangannya melalui hubungan seksual.

    Beberapa perempuan mungkin sulit mengidentifikasi gejala kencing nanah. Pasalnya, ciri-ciri gonore yang muncul tampak mirip dengan jenis infeksi penyakit lainnya. Gejala penyakit gonore pada wanita biasanya menyerupai infeksi jamur vagina pada umumnya sehingga beberapa wanita bisa jadi salah menebak infeksi yang diidapnya.

    ADVERTISEMENT

    Berikut beberapa gejala penyakit gonore yang biasanya muncul pada wanita

    - Keluar cairan dari vagina (berair, kental menyerupai krim, sedikit kehijauan)
    - Ketika buang air kecil, adanya sensasi nyeri dan rasa terbakar
    - Frekuensi buang air kecil yang cukup sering
    - Munculnya bercak darah atau perdarahan saat tidak sedang menstruasi
    - Rasa nyeri ketika melakukan hubungan seksual
    - Rasa nyeri juga dirasakan pada perut bagian bawah atau nyeri panggul
    - Bengkak pada vulva
    - Rasa terbakar atau panas di tenggorokan (ketika sudah melakukan seks oral)
    - Demam

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa penyebab penyakit gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoea. Pria tidak perlu mengalami ejakulasi untuk dapat menularkan penyakit ke pasangannya.vSelain itu, kencing nanah dapat menular melalui seks tidak aman melalui oral, anal, atau vaginal.

    Faktor risiko lain yang juga memengaruhi seseorang tertular penyakit gonore, jika Anda masih berusia muda, melakukan hubungan seksual dengan pasangan baru, melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan, memiliki riwayat penyakit gonore sebelumnya, dan memiliki riwayat penyakit infeksi menular seksual

    Pada perempuan, kencing nanah yang tidak diobati dapat menyebabkan radang panggul (pelvic inflammatory disease/PID) sehingga merusak area reproduksi, termasuk rahim, tuba falopi, dan ovarium. Akibatnya, gonore menyebabkan ketidaksuburan serta meningkatkan risiko kehamilan yakni kondisi sel telur yang dibuahi berkembang di luar rahim.

    Ada beberapa cara mencegah penyakit gonore sehingga Anda dapat terhindar dari penularannya. Anda disarankan untuk selalu gunakan kondom saat berhubungan seksual, sebaiknya setia pada satu pasangan dan hindari perilaku berganti-ganti pasangan. Jika Anda curiga mengalami gonore, sebaiknya berhenti melakukan hubungan seks dengan siapa pun dan segera memeriksakan diri ke dokter.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...