Pola Makan untuk Meningkatkan Hormon Dopamin, Bisa Bikin Bahagia

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan tertawa. Shutterstock

    Ilustrasi perempuan tertawa. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Rasa bahagia muncul karena hormon dopamin. Hormon ini bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal antara sel-sel saraf di otak. Dopamin bisa ditingkatkan dengan pola hidup sehat, termasuk olahraga dan makanan.

    Pelatih kebugaran sekaligus ahli gizi di India, Diksha Chhabra, mengakui bahwa dalam kebanyakan kasus, makanan yang kaya kandungan gula dan lemak, menyebabkan peningkatan kadar hormon dopamin. Tetapi, sebaiknya pilihlah yang sehat demi kesehatan jangka panjang Anda.

    "Ketika Anda membuat perubahan dari makanan yang tidak sehat ke resep yang lebih sehat, Anda mulai merasa bahagia, sehat dan baik tentang segalanya, karena lonjakan dopamin," kata dia seperti dilansir Indian Express.

    Chhabra menyarankan perubahan pola makan dan gaya hidup berikut untuk mencapai tujuan kesehatan jangka panjang. 

    ADVERTISEMENT

    1. Makan makanan teratur. Hal ini untuk mencegah perubahan hormon secara tiba-tiba, membantu mengatur nafsu makan Anda, sekaligus mengurangi kemungkinan makan berlebihan di malam hari. Jumlah yang cukup di semua makanan bisa membuat Anda cenderung merasa puas.

    “Nikmati makan Anda hingga empat hingga lima kali sehari, dan hindari diet ketat,” kata Chhabra.

    2. Tambahkan daging tanpa lemak, telur, dan susu dalam menu makanan sehari-hari Anda, karena dapat membantu menjaga Anda kenyang untuk waktu yang lebih lama, dan meningkatkan kadar dopamin.

    3. Tambahkan karbohidrat kompleks ke dalam diet Anda. Karbohidrat yang termasuk dalam indeks glikemik rendah (GI) seperti gandum, membantu melepaskan gula secara bertahap dalam aliran darah. Makanan ini membuat Anda tetap energik sepanjang hari, selain meningkatkan kadar dopamin.

    4. Pilih lemak sehat. Lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda ditemukan dalam zaitun, minyak wijen, alpukat, almond, kenari, dan ikan seperti tuna.

    “Lemak dalam asupan makanan memiliki kaitan langsung dengan aktivitas dopamin di otak. Sumber lemak yang baik membantu aktivitas saraf dan kognitif yang lebih baik," demikian tutur Chhabra.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.