8 Tanda Kulit Tak Cocok Pakai Produk Skincare Baru

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perawatan kulit. Unsplash.com/Pressfoto

    Ilustrasi perawatan kulit. Unsplash.com/Pressfoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Produk skincare seperti pembersih wajah, serum, essence, pelembap, hingga tabir surya (sunscreen) digunakan untuk merawat kesehatan kulit. Tapi hati-hati, sering kali produk perawatan kulit ini juga menyebabkan masalah karena tidak cocok.

    Saat produk perawatan kulit yang digunakan tidak cocok, ada reaksi negatif yang muncul pada kulit. Apa saja?

    1. Kulit terasa panas terbakar atau menyengat

    Krim wajah dan produk skincare apa pun seharusnya tidak menyebabkan rasa panas terbakar atau menyengat. Jika Anda mengalami kondisi itu, maka ini menjadi salah satu ciri-ciri kulit tidak cocok menggunakan krim wajah dan skincare tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Kondisi ini dikenal pula dengan dermatitis kontak, yaitu iritasi kulit yang muncul akibat paparan alergen, termasuk bahan kimia atau alami tertentu, yang terdapat dalam krim wajah atau produk skincare.

    2. Kulit kering dan mengelupas

    Kulit kering dan mengelupas saat menggunakan skincare baru sebenarnya wajar terjadi karena kandungan retinoid atau benzoil peroksida. Retinoid bekerja lebih cepat dalam mengelupas sel-sel kulit mati secara ringan, mengatur pematangan sel kulit, dan menyebabkan iritasi ringan pada kulit sehingga mendorong pertumbuhan kolagen baru.

    Namun, jika kulit Anda mengalami iritasi berlebihan hingga kulit terus-menerus mengelupas, maka ini bisa menjadi ciri-ciri tidak cocok menggunakan produk tersebut.

    3. Kulit memerah dan iritasi

    Reaksi ini mungkin dapat muncul akibat penggunaan produk skincare yang mengandung asam salisilat dan benzoil peroksida untuk perawatan jerawat. Jika kulit wajah Anda memerah, iritasi, kering, menjadi sensitif, bahkan memperburuk kondisi jerawat yang dialami, sebaiknya hentikan penggunaannya.

    4. Ruam kulit

    Ruam kulit biasanya muncul akibat paparan pengawet, pengharum, dan zat kimia lainnya yang mengiritasi kulit Anda. Maka dari itu, sebaiknya tes dulu krim wajah atau skincare baru di area kecil kulit Anda, seperti punggung tangan, sebelum mengoleskannya pada seluruh permukaan wajah. Jika muncul ruam dan reaksi lainnya pada area kulit yang dites, artinya krim wajah atau produk skincare ini tidak cocok untuk Anda.

    5. Kulit tampak kusam

    Kulit kusam bisa terjadi akibat krim wajah atau skincare mengandung vitamin C yang tidak cocok di kulit Anda. Alih-alih membuat kulit tampak cerah, kulit wajah yang tidak cocok dengan penggunaan vitamin C bisa berubah kusam. Terlebih jika Anda memiliki kulit yang sensitif.

    6. Kulit menjadi lebih gelap

    Munculnya bintik-bintik atau noda cokelat di wajah serta area kulit yang menggelap bukan hanya tanda penuaan. Bisa jadi ini ciri-ciri kulit tidak cocok menggunakan produk skincare akibat reaksi alergi kandungan tertentu.

    Efek samping ini dapat muncul akibat kandungan zat pencerah kulit, seperti asam kojic, arbutin, dan hidrokuinon. Jika kondisi tersebut terjadi, sebaiknya segera hentikan penggunaannya lalu konsultasikan ke dokter spesialis kulit.

    7. Kulit jadi lebih berminyak

    Kulit bekerja sebagai penghalang untuk mencegah kotoran dan radikal bebas. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan minyak alami dan kelembapan kulit Anda. Apabila kulit wajah Anda justru jadi lebih berminyak dari biasanya, maka kemungkinan krim wajah atau skincare yang baru digunakan mengandung zat-zat yang keras atau tidak cukup melembapkan kulit.

    8. Gatal-gatal

    Kulit gatal berlebihan dapat terjadi akibat reaksi pelepasan histamin akibat penggunaan skincare yang kurang tepat. Untuk mengetahui krim wajah atau produk skincare mana yang mungkin menimbulkan rasa gatal, sebaiknya gunakan satu per satu, lalu lihat hasilnya. Jadi, berilah jeda selama 2-3 minggu untuk melihat kecocokan krim wajah atau produk skincare sebelum memutuskan menggunakan yang baru.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.