Pizza Tinggi Kalori, Ini Tips Supaya Tak Melebihi Asupan Harian

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pizza. Sumber: Unsplash/asiaone.com

    Ilustrasi pizza. Sumber: Unsplash/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pizza salah satu makanan favorit untuk menghabiskan waktu bersama keluarga ada teman terutama saat akhir pekan. Namun tahukah Anda, satu potong atau slice pizza berukuran sedang mengandung sekitar 200-300 kalori, tergantung topping, saus maupun ketebalan rotinya. Sedangkan satu potong pizza berukuran besar dan kaya topping, memiliki kalori sampai 400-700 kalori.

    Jenis pizza yang paling standar terdiri dari keju, saus tomat, roti dengan ketebalan sedang tanpa tambahan daging atau sayuran lain.  Dalam bentuk paling sederhananya tersebut, kandungan nutirisinya terdiri dari 285 kalori; 10,4 gram; 640 mg sodium; 35,7 karbohidrat; 2,5 gram serat; 3,8 gram gula; dan protein 12,2 gram. Sedangkan pizza dengan topping pepperoni yang banyak tersedia di gerai pizza cepat saji, satu potong ukuran sedang bisa mengandung 460 kalori, 26 gram lemak, 37 gram karbohidrat, 1 gram gula, dan 900mg sodium. 

    Meski begitu, bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh menyantap pizza. Anda hanya perlu membatasi jumlahnya agar kalorinya tidak melebihi kebutuhan kalori harian. Untuk wanita kebutuhan hariannya sebanyak 2.000 kalori, sementara untuk pria sebanyak 2.500 kalori. Tapi ingat juga, kebutuhan jumlah kalori setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, metabolisme, serta aktivitas fisik sehari-hari.  Selain membatasi jumlah konsumsi, ada beberapa trik lain yang bisa Anda lakukan untuk membantu membatasi kalori saat mengonsumsi pizza, seperti berikut ini.

    Tips untuk membatasi kalori pizza

    ADVERTISEMENT

    1. Membuat pizza sendiri di rumah

    Membuat pizza sendiri di rumah membuat Anda bisa lebih mengontrol bahan-bahan yang akan digunakan, sehingga jadi lebih mudah untuk membatasi kalori. Anda bisa memodifikasi pizza buatan sendiri dengan mengganti tepung terigu untuk membuat rotinya menjadi tepung tanpa gluten atau tepung gandum. Untuk pilihan yang lebih sehat lagi, Anda bahkan bisa membuat roti pizza dari kembang kol atau tepung kacang.

    2. Memilih topping yang lebih sehat

    Saat membuat pizza sendiri, Anda juga bisa menambahkan topping yang lebih sehat seperti jamur, ayam panggang, dan brokoli, dibanding dengan daging olahan seperti pepperoni atau sosis. Apabila Anda membeli pizza pun, biasanya akan tersedia berbagai topping yang bisa dipilih, mulai dari yang banyak sayurannya hingga yang berisi banyak daging olahan. Untuk opsi yang lebih sehat, pilihlah jenis yang pertama.

    3. Mengontrol porsi saat makan pizza

    Terlalu banyak makan, meski itu adalah pizza yang dibuat dengan bahan-bahan yang sehat, tetap bisa memicu kenaikan berat badan. Sehingga, pastikan Anda menahan diri untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

    Jika biasanya Anda makan 3 potong pizza, maka kali ini konsumsilah 1 potong saja. Agar lebih kenyang, imbangi asupan dengan mengonsumsi salad atau buah setelah atau sebelum mengonsumsi pizza.

    4. Memperhatikan makanan dan minuman pendamping saat makan pizza

    Saus tomat dan sambal botolan, taburan keju parmesan bubuk , atau garlic bread yang biasa tersaji bersama dengan pizza juga dapat menyumbangkan kalori berlebih untuk tubuh.

    5. Memilih pizza yang rotinya tipis

    Roti pizza atau crust juga menyumbangkan cukup banyak kalori pada sepotong pizza. Semakin tebal rotinya, maka kalorinya pun semakin banyak. Sehingga saat memesan, pilihlah jenis pizza yang rotinya lebih tipis.

    Jika memungkinkan, pilih juga roti pizza yang terbuat dari gandum dan bukan yang terbuat dari tepung terigu. Dengan memilih roti gandum sebagai dasar untuk topping pizza, Anda tidak hanya membatasi kalori, tapi juga sudah menambah asupan serat untuk tubuh.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.