Ibu Hamil Bekerja Jangan Buru-buru Beli Baju Baru, Ini 4 Triknya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita hamil bekerja. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita hamil bekerja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap ibu hamil akan mengalami perubahan bentuk tubuh. Hal ini tentu mempengaruhi pemilihan baju yang biasa digunakan, karena semakin lama akan semakin sempit. Terutama untuk ibu hamil yang bekerja di kantor. 

    Sebenarnya pada kehamilan trimester pertama, Anda masih dapat menggunakan pakaian yang biasa digunakan sebelum hamil. Jadi, Anda dapat menunda keinginan untuk membeli baju hamil saat trimester pertama atau 12 minggu pertama masa kehamilan. Setelah memasuki usia kehamilan 20 minggu, barulah perut ibu hamil sudah mulai membesar. 

    Celana sudah mulai sempit atau tidak nyaman untuk dikenakan. Pakaian kantor yang biasa digunakan sehari-hari mulai terasa sesak. Anda perlu membeli baju hamil kerja, seperti celana panjang dan rok yang ukurannya satu tingkat dari yang bisa Anda kenakan sehingga tidak merasa sesak. Gunakan bump band (sejenis sabuk elastis) yang dapat menyamarkan kulit Anda agar tidak terlihat apabila ada bagian dari celana jeans Anda yang terbuka atau mungkin kaos yang Anda kenakan cukup pendek dan memperlihatkan kulit tubuh Anda. 

    Selain itu, celana panjang dengan pinggang rendah yang melingkar pas di bawah perut Anda. Anda juga bisa menggunakna sweater, jaket, pakaian berpotongan longgar, pakaian berbahan ringan. Anda juga perlu membeli lima jenis pakaian yang dapat digunakan selama beberapa bulan ke depan, yaitu celana panjang, rok, jaket, cardigan, outerwear, dress, dan atasan.

    Sebelum membeli baju hamil kerja, sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini

    ADVERTISEMENT

    1. Jangan terburu-buru membeli baju hamil kerja

    Tak perlu buru-buru  membeli baju hamil kerja, Anda bisa mengecek terlebih dahulu isi lemari pakaian. Pasalnya, mungkin saja ada kemeja, kaus, rok, dan celana yang masih cukup dan nyaman untuk digunakan pada usia trimester pertama kehamilan lantaran perut yang belum terlalu besar. 

    2. Pilih baju hamil kerja berwarna netral

    Saat membeli baju hamil kerja, coba pilih pakaian dengan warna netral, seperti hitam, biru dongker, atau nude. Warna-warna tersebut lebih mudah disesuaikan dengan berbagai macam atasan, rok, maupun celana. 

    3. Celana hamil dengan memiliki karet di bagian pinggang

    Pilihlah celana atau rok khusus ibu hamil untuk ke kantor yang dilengkapi karet di bagian pinggang dibandingkan yang menggunakan kancing. Model celana ini memiliki ukuran yang dapat disesuaikan dengan besarnya perut sehingga Anda jadi lebih leluasa saat memakainya. Selain itu, Anda juga dapat menghemat pengeluaran karena tidak perlu terlalu sering membeli celana.

    4. Pilih sesuai gaya dan selera pribadi

    Saat memilih baju hamil kerja, sebaiknya tetap perhatikan gaya dan selera pribadi, baik dari desain, bahan, dan warna. Dengan demikian, Anda dapat menjadi lebih nyaman dan percaya diri dalam berpakaian pada masa kehamilan. 

    5. Pinjam baju hamil kerja dari teman atau keluarga

    Jika Anda merasa kebingungan atau kesulitan membeli baju hamil kerja, tak ada salahnya untuk menerima atau meminjam baju hamil dari teman atau keluarga. Bukan tak mungkin mereka menawarkan baju hamil kerja karena hanya digunakan dalam waktu singkat dan masih dalam kondisi bagus. 

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...