Sering Dianggap Sehat, 7 Makanan Ini Ternyata Junk Food

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi semangkuk sereal dengan susu. Unsplash.com/Nyana Stoica

    Ilustrasi semangkuk sereal dengan susu. Unsplash.com/Nyana Stoica

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang mulai sadar akan pentingnya hidup sehat. Salah satunya adalah dengan memilih makanan menyehatkan. Sayangnya, beberapa jenis makanan yang selama ini dianggap sehat sebenarnya justru tergolong junk food

    Itu sebabnya, periksa dengan seksama terlebih dahulu kandungan yang terdapat dalam sebuah makanan yang diklaim sebagai makanan sehat, sebelum membelinya.

    Berikut sejumlah makanan yang dianggap sehat, tapi sebenarnya adalah junk food yang sedang menyamar, seperti dilansir Medical Daily.

    1. Jus buah

    ADVERTISEMENT

    Kebanyakan jus buah dalam kemasan bukan terbuat dari buah. Bahan utamanya adalah air gula rasa buah yang terbuat dari bahan kimia yang rasanya seperti buah. Bahkan 100 persen jus buah alami masih bukan pilihan yang sehat karena hal-hal baik dari buah yang sebenarnya (terutama serat) dihilangkan selama proses pembuatan jus, hanya menyisakan gula dalam produk akhir.

    2. Sereal

    Banyak sereal, terutama untuk anak-anak, dipasarkan dengan beragam klaim kesehatan yang tercantum, seperti gandum utuh atau rendah lemak yang mungkin menyesatkan. Sereal memang mengandung biji-bijian, tapi juga memiliki kandungan gula, dan bahan kimia buatan.

    3. Dressing salad komersial

    Sayuran dan buah merupakan makanan yang sehat bagi tubuh. Hanya saja, rasa sayuran kurang enak jika tanpa bumbu pendamping, seperti dressing pada salad. Penggunaan dressing salad komersial menjadi masalah lantaran saus salad memiliki kandungan gula, minyak nabati, lemak, dan bahan-bahan tidak sehat lainnya, juga berbagai bahan kimia buatan.

    Dressing salad komersial dapat meniadakan manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari salad sayuran. Jadi, periksa kandungan yang tertera sebelum menggunakan saus salad atau membuatnya sendiri menggunakan bahan-bahan yang sehat.

    4. Junk Food Rendah Karbohidrat

    Diet rendah karbohidrat populer dalam beberapa tahun belakangan karena efektif menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan. Tren ini pun diikuti produsen makanan, sayangnya kebanyakan tidak mengandung makanan asli, hanya bahan kimia dan bahan olahan.

    Meskipun makanan itu dapat dikonsumsi sesekali tanpa mengacaukan metabolisme, makanan itu tidak benar-benar menyehatkan tubuh dalam jangka panjang.

    5. Junk Food Vegan

    Diet vegan populer karena dianggap etis dan ramah lingkungan. Banyak pabrik makanan yang membuat makanan vegan tapi dengan proses pengolahan yang buruk.

    6. Minyak nabati

    Minyak nabati dan biji-bijian disebut dapat menurunkan kadar kolesterol darah setidaknya dalam jangka pendek. Namun perlu diingat bahwa kolesterol darah merupakan faktor risiko, bukan penyakit itu sendiri.

    Minyak nabati dapat membantu meningkatkan faktor risiko tetapi tidak dijamin untuk mencegah serangan jantung, kematian, dan masalah kesehatan lain. Meskipun menurunkan kadar kolesterol, minyak ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan mental, menurut uji coba yang terkontrol.

    7. Makanan Organik Olahan

    Salah satu alasan mengonsumsi makanan organik adalah lebih sehat. Namun, sekarang banyak makanan olahan yang diklaim terbuat dari bahan-bahan organik, termasuk gula tebu mentah organik, yang persis identik dengan gula biasa, hanya glukosa dan fruktosa yang sedikit atau tanpa nutrisi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.