Cerita Nadine Chandrawinata Jalani Rumah Tangga Beda Agama

Editor

Mila Novita

Suami-istri Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata tengah berlibur ke Jepang pada pertengahan Februari 2020. Instagram.com/@nadinelist

TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan selebriti Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara telah menjalani pernikahan selama 2 tahun. Hubungan keduanya relatif jauh dari pemberitaan miring, meskipun keduanya berbeda agama.

Pasangan yang menikah di Nepal pada 8 Mei 2018 ini justru merasa makin kompak dan memahami perbedaan yang mereka miliki. 

"Dulu waktu awal nikah mungkin masih ada ego masing-masing, sekarang sudah semakin solid dan kompak. Tidak perlu menjelaskan tapi sudah saling mengerti sama lain satu sama lain. Termasuk soal kegiatan dan hobi masih sama-sama saling support," ucap Dimas di acara Live Instagram Bazaar Indonesia, 19 Juni 2020.

Nadine menimpali bahwa hubungan mereka makin solid karena lebih sering bagi peran bersama.

"Karena belum punya anak jadi rasanya kaya nge-kost bareng dan bagi tugas bareng. Jadinya lucu banget karena kita pacaran juga singkat 9 bulan, semua jalan dengan cepat dan dipermudah," ujar Puteri Indonesia 2005 ini.

Melihat hubungan harmonis keduanya, tak heran mereka pun saling terbuka soal perbedaan, termasuk agama. Dimas Anggara mengatakan bahwa bagi dia sebenarnya kepercayaan sama, tapi masing-masing punya cara sendiri dan mereka saling menghormati perbedaan.

"Kalau memang kita tidak diizinkan bersama kenapa semua jalan malah jadi dipermudah. Kami yakin kalau satu tujuan, jalan juga akan dipermudah. Jadi nggak ada sesuatu yang nggak mungkin," ujar Dimas.

Walau demikian, bukan berarti jalan mereka mulus sedari awal. Mereka tak langsung mendapat persetujuan dari keluarga. Nadine mengatakan bahwa di awal perkenalan keluarga, kedua belah pihak mempertanyakan mengapa mereka memilih jalan yang ribet.

"Tapi nggak tahu kenapa hati ini bilang yakin, ada titik terang dan minta petunjuk. Kami juga minta petunjuk sama orang tua. Mamanya Dimas bilang yang menyatukan kami adalah perbedaan, pasti ada kerikil tajam dalam proses," ungkap perempuan kelahiran 8 Mei 1984 ini.

Sama seperti Dimas, Nadine berpandangan bahwa Tuhan mereka berdua sama, hanya caranya saja yang berbeda. Setelah komunikasi dengan baik, mereka pun akhirnya saling dukung. Malah saling mengingatkan dalam hal ibadah.

Banyak nilai yang dipelajari dari pernikahan beda agama, misalnya kebiasaan masing-masing dalam beribadah. Menurut Dimas, dia dan Nadine memiliki waktu-waktu khusus beribadah.

"Dan uniknya ada momen di mana kami doa bersama tapi dengan cara dan kepercayaan masing-masing. Rasanya jadi kaya punya banyak cara untuk bersyukur," kata Dimas.

Begitu pula dengan Nadine, sejak menikah dengan Dimas, ia malah jadi belajar banyak soal toleransi dalam makna sebenarnya.

"Kalau aku malah belajar toleransi ya, kan setiap orang beda-beda memahami perbedaan dalam toleransi. Nah kami berdua juga mesti sepakat batasan nih toleransi," ujar Nadine Chandrawinata.






Kasus Intoleran di SMAN 52 Jakarta, Dinas: Satu Guru jadi Inisiator

36 hari lalu

Kasus Intoleran di SMAN 52 Jakarta, Dinas: Satu Guru jadi Inisiator

Sejumlah guru di SMAN 52 Jakarta diduga berupaya menjegal siswa nonmuslim maju di pemilihan Ketua OSIS


Sudin Pendidikan Jakarta Utara Minta Para Guru Bermain yang Jauh Agar Tak Bersikap Intoleran

38 hari lalu

Sudin Pendidikan Jakarta Utara Minta Para Guru Bermain yang Jauh Agar Tak Bersikap Intoleran

Para guru diminta bermain yang jauh agar tahu perkembangan di dunia luar sehingga tak bersikap intoleran.


Pemecatan Guru Terduga Intoleran di SMAN 52 Jakarta Masih Tunggu Putusan Disdik

38 hari lalu

Pemecatan Guru Terduga Intoleran di SMAN 52 Jakarta Masih Tunggu Putusan Disdik

Dua guru di SMAN 52 Jakarta diduga berupaya menjegal siswa yang beragama Kristen maju di pemilihan Ketua OSIS


Guru Pelaku Intoleransi di SMAN 52 Jakarta Dicopot dari Jabatan Wakil Kepala Sekolah

38 hari lalu

Guru Pelaku Intoleransi di SMAN 52 Jakarta Dicopot dari Jabatan Wakil Kepala Sekolah

Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara telah memeriksa dan membuat BAP terhadap dua guru SMAN 52 yang diduga bertindak intoleransi.


Dugaan Intoleransi di SMAN 52 Jakarta, Siswa Nonmuslim Dijegal di Pemilihan Ketua OSIS

39 hari lalu

Dugaan Intoleransi di SMAN 52 Jakarta, Siswa Nonmuslim Dijegal di Pemilihan Ketua OSIS

Politikus PDIP, Ima Mahdiah, mengatakan ia menerima laporan dugaan praktik intoleransi di SMAN 52 Jakarta dalam pemilihan Ketua OSIS.


Film Inang Angkat Keresahan Fajar Nugros tentang Perjuangan Ibu Hamil

51 hari lalu

Film Inang Angkat Keresahan Fajar Nugros tentang Perjuangan Ibu Hamil

Fajar Nugros mengungkapkan kalau cerita dalam film Inang mengenalkan betapa budaya Indonesia sangat beragam, terutama terkait mitos atau tradisi.


Naysilla Mirdad Akui Sangat Puas Lontarkan Kata-kata Kasar di Film Inang

52 hari lalu

Naysilla Mirdad Akui Sangat Puas Lontarkan Kata-kata Kasar di Film Inang

Naysilla Mirdad sangat menikmati mengucapkan kata-kata kasar di sepanjang film Inang terlebih didukung oleh sang ibu, Lydia Kandou.


Plt Wali Kota Bekasi Imbau Masyarakat Wariskan Nilai Pancasila kepada Generasi Muda

56 hari lalu

Plt Wali Kota Bekasi Imbau Masyarakat Wariskan Nilai Pancasila kepada Generasi Muda

Tri meminta orang tua dan guru untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila pada anak sejak usia dini.


3 Masalah yang Nadiem Minta Hilangkan di Perguruan Tinggi

26 Agustus 2022

3 Masalah yang Nadiem Minta Hilangkan di Perguruan Tinggi

Nadiem meminta agar para pemimpin perguruan tinggi memperhatikan tiga poin yang kerap menjadi masalah di kampus. Apa saja?


PDIP Catat Kasus Intoleransi Terjadi di 10 Sekolah, DKI: Kami Beri Sanksi Tegas

16 Agustus 2022

PDIP Catat Kasus Intoleransi Terjadi di 10 Sekolah, DKI: Kami Beri Sanksi Tegas

Pelanggaran intoleransi yang sudah terbukti bakal ditindaklanjuti dengan pemberian hukuman disiplin sesuai ketentuan yang berlaku.