Cegah Vertigo Kambuh, Hindari 6 Makanan dan Minuman Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita pusing/darah rendah. Shutterstock

    Ilustrasi wanita pusing/darah rendah. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Vertigo yang kambuh sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dipengaruhi oleh fungsi vestibular pada telinga bagian dalam. Bagian telinga inilah yang bertanggung jawab atas keseimbangan Anda.

    Gangguan fungsi vestibular pada telinga bagian dalam dapat menyebabkan Anda merasa kehilangan keseimbangan dan mengalami gejala vertigo seperti pusing, sakit, kepala, mual, dan muntah. 

    Tak ada makanan atau minuman yang secara langsung menyebabkan vertigo, tapi ada beberapa jenis makanan yang bisa memicu gejalanya kambuh. Berikut enam di antaranya. 

    1. Mengandung tinggi garam

    ADVERTISEMENT

    Penderita vertigo disarankan untuk hanya mengonsumsi asupan garam 1,000-1,500 miligram per hari. Makan makanan yang mengandung banyak garam dapat menyebabkan retensi air berlebih sehingga mempengaruhi keseimbangan dan tekanan cairan pada tubuh Anda. Selain itu, makanan yang mengandung banyak garam berisiko mengganggu keseimbangan pada telinga bagian dalam sehingga menyebabkan vertigo kambuh.

    2. Mengandung tinggi gula

    Mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula dapat mempengaruhi naik turunnya volume cairan dalam telinga Anda. Akibatnya, peningkatan risiko gejala vertigo kambuh dapat terjadi. Maka dari itu, penderita vertigo dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula berlebih dan memperbanyak konsumsi karbohidrat kompleks, seperti polong-polongan, biji-bijian utuh, kentang, dan sayuran.

    3. Mengandung tyramine

    Tyramine adalah asam amino yang dapat ditemukan dalam makanan dan minuman yang diketahui dapat memicu migrain dan kondisi lainnya, termasuk pusing dan vertigo. Beberapa contoh makanan dan minuman yang mengandung tyramine penyebab vertigo kambuh, yaitu hati ayam, daging asap, cokelat, pisang buah-buahan citrus, seperti jeruk, lemon, dan red wine.

    Baca: 6 Makanan yang Baik Dikonsumsi untuk Penderita Vertigo

    4. Mengandung MSG

    Monosodium glutamate (MSG) adalah asam glutamat yang secara alami terdapat dalam tubuh. Namun, MSG juga dapat ditemukan dalam beberapa jenis makanan dan camilan sebagai penyedap rasa tambahan. Jika makanan mengandung MSG dikonsumsi oleh penderita vertigo yang berasosiasi dengan migrain, maka dapat merangsang neurotransmitter dan menyebabkan serangan vertigo kambuh.

    5. Makanan yang dapat memicu peradangan

    Peradangan dapat mengganggu fungsi vestibular pada telinga bagian dalam, termasuk vertigo, menjadi lebih parah dalam jangka waktu yang lama. Beberapa jenis makanan yang dapat memicu peradangan sehingga menjadi penyebab vertigo kambuh adalah makanan gorengan, aneka jenis roti dan pastry, daging merah, margarin, serta daging olahan (seperti sosis, nugget, dan daging asap)

    6. Kafein

    Kafein merupakan salah satu stimulan yang dapat memicu denging di telinga. Selain itu, minuman berkafein juga memiliki sifat diuretik, di mana tubuh dapat kehilangan banyak cairan melalui urine. Padahal, penderita vertigo dianjurkan untuk mencukupi asupan air putih yang cukup guna mengurangi pusing dan masalah ketidakseimbangan tubuh saat berpindah posisi yang memicu gejala vertigo kambuh.

    7. Minuman beralkohol

    Minuman beralkohol dapat memperparah gejala vertigo, seperti pusing, kehilangan keseimbangan, hingga munculnya rasa mual. Sebab, minuman ini berdampak pada metabolisme karena tubuh dapat kehilangan banyak cairan melalui urine. Walhasil, metabolisme pada otak dan telinga bagian dalam Anda juga dapat semakin terganggu. Selain itu, minuman beralkohol dapat memicu vertigo kambuh dengan cara mengubah volume dan komposisi cairan di telinga bagian dalam.

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?