Ibu Menderita Migrain, Ada 6 Tips saat Mengasuh Anak

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita migrain atau sakit kepala. Freepik.com

    Ilustrasi wanita migrain atau sakit kepala. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut Migraine Research Foundation, migrain merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang diderita perempuan. Sebanyak 85 persen penderita migrain kronis merupakan perempuan dimana kasus yang paling banyak terjadi direntan usia 18-44 tahun. Perempuan dewasa tiga kali lebih berpotensi terkena migran ketimbang laki-laki, dengan kata lain, banyak perempuan yang tengah mengasuh anak yang menderita penyakit ini.

    “Migrain merupakan kondisi dengan gejala yang meliputi sensitivitas terhadap cahaya, suara, dan bau seperti mual, muntah, sakit kepala, kelemahan kognitif, kesulitan menemukan kata, dan masalah aura,” kata Angel L. Moreno, doker praktik keperawatan dan praktisi perawat di program Migran UCLA Goldberg, Los Angeles.

    Mengasuh anak dalam keadaan migrain bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, beragam aktivitas anak bisa jadi pemicu munculnya rasa sakit penderita migrain. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan oleh ibu pengidap migrain dalam mengasuh anak, seperti dilansir dari laman Good Housekeeping.

    1. Miliki rencana cadangan

    Lisa Benson, penulis di migraine.com dan ibu dari seorang anak berusia dua tahun mengatakan, hal pertama yang ia lakukan dalam merencanakan pengasuhan anak adalah meminta bantuan dari suami atau anggota keluarga yang lain. ketika Lisa kerepotan mengasuh anaknya itu, maka orang yang sudah dimintai bantuan dapat segera menolongnya. Membuat rencana yang melibatkan bantuan orang lain merupakan hal yang biasa dilakukan penderita migrain.

    2. Menghindari aktivitas berat

    Kunci bagi single parent adalah menghindari aktivitas yang berat. Terjebak dalam keadaan terang, bau, dan bising dapat membuat rasa sakit penderita migrain semakin menjadi-jadi. Selain itu, penderita migrain juga harus menjaga pola tidur. menurut American Migraine Foundation, pola tidur teratur dapat meringankan gejala migrain.

    3. Menyiapkan makanan sederhana

    Bagi penderita migrain, menyiapkan makanan merupakan salah satu hal yang sulit dilakukan. Memesan makanan atau meminta tolong pada orang lain untuk memasak dapat membantu mengatasi masalah ini.

    4. Hindari keadaan yang rumit

    Jody Gerbig Tood, ibu dari kembar tiga berusia lima tahun, sudah menderita migrain sejak 20 tahun lalu. untuk menyiasati kerewelan anak-anaknya, Jody memfasilitasi mereka dengan perpustakaan sehingga anak-anaknya tetap tenang dengan membaca buku. Selain itu, Jody juga memberi teka teki serta peralatan seni untuk anak-anaknya. Dengan demikian, Jody dapat menghindari beberapa kerumitan selama mengasuh tiga anaknya.

    5. Luangkan waktu untuk diri sendiri

    Beristirahat dan membiarkan anak-anak bermain dengan aman dapat menjadi momen berharga bagi penderita migrain. Manfaatkan momen tersebut untuk merawat diri sendiri, Morino menyarankan untuk mengoleskan satu sampai empat tetes minyak papermint disekitar kulit kapala untuk meredakan gejala migrain.

    Baca juga: Cardi B Punya Cara Khusus Meredakan Migrain yang Dideritanya

    6. Berkonsultasi dengan doker

    Seiring berkembangnya teknologi, muncul beragam inovasi dan alat-alat terbaru untuk menangani migrain. Penderita migrain harus rutin mengikuti perkembangan tersebut untuk mendapat informasi terbaru mengenai penanganan migrain.

    MUHAMMAD AMINULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Sirna dalam 6 Nama Kronologi Pelarian Djoko Tjandra

    Setelah 11 tahun, Djoko Tjandra akhirnya ditangkap di Malaysia. Ada nama Pinangki Sirna Malasari dalam pelarian buron kasus cessie Bangk Bali itu.