Sebab Rambut Rontok Usai Melahirkan dan 4 Cara Mengatasinya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rambut rontok. Blic.rs

    Ilustrasi rambut rontok. Blic.rs

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan ibu mengalami rambut rontok usai melahirkan. Penyebabnya adalah hormon estrogen usai melahirkan akan menurun dalam jumlah normal. Sebaliknya saat hamil, hormon estrogen akan meningkat yang membuat rambut terlihat lebih tebal dam sehat.  

    Sebenarnya, rambut rontok tidak hanya dirasakan oleh wanita pada saat baru melahirkan. Setiap orang pada umumnya juga mengalami kerontokan rambut sebanyak 100 helai per harinya. Namun, jumlah rambut rontok yang dirasakan ibu baru mungkin akan terlihat lebih banyak. Sebab, selama sembilan bulan mengandung, “tabungan” rambut yang tumbuh lebat akibat hormon estrogen itu akan mulai berjatuhan.

    Rambut rontok setelah melahirkan bisa terjadi beberapa hari setelah persalinan. Terkadang, rambut rontok setelah melahirkan bisa berlangsung selama satu tahun lamanya. Sangatlah normal ketika rambut ibu baru menjadi lebih tipis dibandingkan biasanya. Jika memang rambut rontok setelah melahirkan tidak mengkhawatirkan Anda, sebenarnya tidak melakukan perawatan pun dianggap sah-sah saja.

    Namun, tidak semua ibu sama. Beberapa ibu tetap ingin menjaga penampilannya setelah melahirkan. Selain bentuk tubuh, tentu rambut juga menjadi perhatian setelah melahirkan.bBerikut ini adalah beberapa perawatan untuk mengatasi rambut rontok setelah melahirkan yang bisa ibu coba.

    ADVERTISEMENT

    Perawatan rambut usai melahirkan

    1. Mengurangi penggunaan pengering rambut dan sisir

    Rasa insecure mungkin akan menghantui ibu baru yang mengalami rambut rontok selama melahirkan. Alhasil, segala cara pun dicoba, seperti menggunakan pengering rambut, hingga sisir untuk membuatnya terlihat tebal lagi. Nyatanya, aktivitas inilah yang membuat rambut ibu terlihat lebih tipis lagi. Bahkan, jumlah rambut yang rontok bisa semakin banyak. Pastikan Anda menggunakan sisir yang bergigi renggang dan tidak menyisir rambut lebih dari sekali dalam satu hari. Sebab, semakin sering disisir, semakin banyak juga rambut yang rontok.

    2. Mengonsumsi makanan sehat

    Selain untuk menjaga kualitas dan kuantitas air susu ibu (ASI), mengonsumsi makanan sehat juga bisa membantu ibu dalam mengatasi rambut rontok setelah melahirkan. Makanan seperti sayuran hijau dengan kandungan zat besi dan vitamin C-nya, kemudian wortel dengan kandungan beta karotennya, hingga telur dengan vitamin D-nya sebaiknya ada dalam menu makanan. Inilah daftar makanan yang harus Anda konsumsi selama mengalami rambut rontok setelah melahirkan.

    3. Mengonsumsi vitamin

    Sebenarnya, tidak ada suplemen vitamin yang bisa menggantikan peran nutrisi pada makanan sehat. Namun, jika pola makan Anda tidak stabil, maka mengonsumsi suplemen vitamin bisa dicoba. Meski begitu, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa suplemen vitamin bisa mencegah rambut rontok setelah melahirkan. Namun, mengonsumsinya cukup penting untuk kesehatan secara umum.

    Baca juga: Selain Stres, Ini 5 Penyebab Rambut Rontok selama Isolasi Diri

    4. Menggunakan shampo penambah ketebalan rambut

    Meskipun tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim shampo penambah ketebalan rambut, tidak ada salahnya jika Anda ingin mencobanya. Terkadang, menggunakan shampo penambah ketebalan rambut juga bisa membuat rambut Anda terlihat lebih berkilau.

    Rambut rontok setelah melahirkan memang tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika rambut rontok setelah melahirkan tetap “membandel” saat anak Anda menginjak usia satu tahun, jangan ragu untuk datang ke dokter dan meminta perawatan. Bisa saja ada penyebab kondisi medis lain yang mengakibatkan rambut rontok setelah melahirkan itu. Waspadalah, jika rambut rontok setelah melahirkan disertai gejala lain, bisa jadi itu pertanda tiroiditis (peradangan kelenjar tiroid). 

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.