Anak Alergi Punya Sistem Imunitas Unik, Waspada di Masa Pandemi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak alergi susu sapi/Sarihusada

    Ilustrasi anak alergi susu sapi/Sarihusada

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi yang sedang melanda dunia beberapa bulan terakhir membawa kekhawatiran bagi semua orang, terutama bagi para orang tua yang memiliki anak dengan kondisi kesehatan yang rentan terganggu, seperti alergi.

    Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Data terakhir yang dipublikasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan kasus anak yang terkonfirmasi positif di Indonesia sangat tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.

    Tingginya angka kasus menunjukkan bahwa anak-anak menjadi kelompok usia yang rentan mengalami penularan di masa pandemi, termasuk anak yang alergi dengan protein susu sapi.

    Konsultan Alergi dan Imunologi Anak Dokter Budi Setiabudiawan mengatakan bahwa kesehatan anak di masa pandemi ini memang rentan, apalagi anak yang alergi terhadap protein susu sapi, karena sistem imun tubuhnya unik dan lebih sensitif.

    ADVERTISEMENT

    "Untuk itu, pemahaman masyarakat khususnya orang tua mengenai penyebab terjadinya alergi susu sapi pada si Kecil perlu terus ditingkatkan sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat agar kesehatannya terus terjaga dan ia tetap bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal seperti anak-anak lainnya,"
    ucap Budi dalam Webinar “Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju: Tanggap Alergi di masa Pandemi untuk Generasi Maju” Senin 29 Juni 2020.

    Baca: Alergi Bikin Anak Mudah Tantrum, Psikolog Bagi Tips Mengatasinya

    Lebih lanjut Budi mengatakan bahwa alergi susu sapi merupakan salah satu jenis alergi yang paling banyak dialami anak. Gejala yang muncul akibat anak alergi susu sapi biasanya menyerang kulit seperti ruam-ruam merah, sistem pernapasan seperti batuk dan bersin yang berulang, atau sistem pencernaan misalnya sakit perut yang membuat anak menjadi rewel.

    "Alergi susu sapi pada anak diakibatkan oleh respons sistem imun yang tidak normal terhadap protein susu sapi (whey dan kasein). Hal ini perlu menjadi perhatian karena susu adalah salah satu sumber protein yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal," tambah Budi.

    Di sini, peran orang tua sangat penting untuk menangani kondisi anak yang alergi sapi, termasuk pemberian nutrisi alternatif yang tepat. Melihat kondisi tersebut, penting bagi orang tua untuk tetap tanggap dalam penanganan anak dengan kondisi alergi susu sapi di masa pandemi.

    Orang tua harus memahami gejala-gejala yang muncul akibat alergi susu sapi, berkonsultasi dengan tenaga ahli yang saat ini bisa juga dilakukan melalui telepon maupun online. Selain itu, kendalikan faktor penyebabnya dengan nutrisi alternatif yang tepat dan aktivitas fisik sesuai usianya untuk bantu mengurangi gejala yang muncul akibat alergi susu sapi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.