Pernah Dikhianati Mantan? Ini Tanda Sedang Pemulihan Luka Batin

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menyentuh dagu. Unsplash.com/Alexander Solodukhin

    Ilustrasi wanita menyentuh dagu. Unsplash.com/Alexander Solodukhin

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang yang mengalami pengkhianatan oleh pasangan yang dicintai tentu terasa menyakitkan. Perjalanan untuk melanjutkan hidup terasa berat awalnya dan tentu tidak mudah karena rasa sakit hati terus menghantui. Namun apapun yang terjadi Anda harus tetap berjalan maju melanjutkan hidup. 

    Pendiri Single Moms Indonesia, Maureen Hitipeuw mengatakan siapa pun yang dikhianati pasangannya tak mudah menyembuhkan luka di hati. "Saya tahu, saya pernah ada di posisi itu, rasa sakitnya enggak nggak akan pernah hilang. Itu pikiran saya 10 tahun lalu," tulisnya di laman instagram, Senin 22 Juni 2020.

    Seiring berjalannya waktu, Maureen akhirnya menyadari jika proses pemulihan itu tidak selalu berjalan lurus. Kadang ada momen Anda merasakan semua hal baik-baik saja, kemudian rasa sakit hati datang lagi dan ini sangat wajar terjadi. 

    Maureen berbagi 7 tanda bagi Anda yang sedang berproses memulihkan luka batin

    ADVERTISEMENT

    1. Tidak mudah reaktif

    Wajar sekali kalau di awal-awal reaksi Anda mudah reaktif. Hal itu adalah reaksi normal dari otak untuk melindungi diri. Tapi kalau Anda sudah tidak mudah terpancing itu tandanya sudah bisa lebih mengendalikan diri. "Selamat! Anda sudah mulai healing!" tulis Maureen.

    2. Tidak lagi menyalahkan mantan

    Menurut Maureen, hal yang lumrah jika Anda sangat menyalahkan mantan. Biar bagaimana pun, mantan yang selingkuh. "Saya juga awalnya begitu menyalahkanmantan 150 persen! Tapi di saat saya sudah lebih tenang dan bisa melihat masalahnya dari semua sudut, itu tanda saya sudah mulai proses healing," lanjutnya.

    Hal ini bukan berarti membenarkan perselingkuhan. Namun ini ‘akibat’ sesuatu yang bermasalah atau tidak sehat dalam hubungan itu sendiri. "Oh ya, saat Anda sadar jika Anda juga punya peran dalam gagalnya hubunganmu tanpa menyalahkan diri sendiri itu juga tanda kedewasaan berpikir," tulisnya.

    3. Tidak kepo lagi

    "Di awal pasti Anda stalking mode on kan? Ayo mengaku! Saya juga kok. Tapi kalau sudah proses healing, Anda merasa enggak perlu lagi kepo terlalu banyak tentang siapa pasangan baru mantan. Anda juga udah enggak memutar-mutar ulang ‘kenapa dia selingkuh’ di dalam kepala. Sudah nggak obsessive lagi. Anda sudah punya space untuk memikirkan hal-hal lain yang lebih penting," tulis Maureen.

    4. Kualitas tidur membaik

    "Di awal-awal saya juga begadang terus sampai berat badan turun drastis. Kalau pun tidur selalu saja mimpi buruk, rasanya selalu capek lahir batin," ungkap Maureen. Sebelumnya, mungkin Anda jadi Insomnia, kalau pun tidur selalu tidak pulas. Sekarang tidur Anda sudah lebih enak dan tidak ada lagi mimpi buruk.

    5. Lebih berenergi

    Proses pemulihan itu butuh energi besar dan seringnya melelahkan. Namun di saat Anda pemulihan dari sakit hati, justru mulai punya tenaga lebih. Anda bisa melakukan hal-hal lain yang lebih banyak. "Jadi kalau level energi Anda jadi lebih meningkat bisa jadi tanda kalau Anda sudah mulai sembuh dari luka batin," tambahnya.

    6. Fokus mulai meluas

    Awalnya Anda berpikir merasa menjadi korban, menurut Maureen hal tersebut wajar dirasakan. Tapi di saat Anda sudah bisa berfokus pada hal-hal lain yang lebih positif dan penting, tandanya Anda sudah mulai healing. "Di saat Anda sudah bisa fokus pada hal-hal lain yang lebih besar tanpa mengecilkan luka yang Anda rasakan, itu artinya Anda sudah mulai moving forward," saran Maureen.

    Baca juga: Move On Usai Perselingkuhan Tak Mudah, Simak 7 Saran dari Pakar

    7. Punya harapan

    Pada akhirnya, Anda sudah merasa memiliki harapan untuk membangun kembali hidup. Anda sadar jika Anda berhak untuk bahagia. "Harapan bahwa Anda akan baik-baik saja walaupun jalannya mungkin masih panjang, masih penuh perjuangan. Tapi paling tidak Anda sudah sadar kalau apapun perasaan yang dialami saat ini, Anda tidak akan selamanya tersakiti atau jadi korban," tulisnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.