Pasangan Rahasiakan soal Keuangan? Ini yang Bisa Anda Lakukan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan. Freepik.com/Rawpixel.com

    Ilustrasi pasangan. Freepik.com/Rawpixel.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan yang menikah perlu keterbukaan soal keuangan, terutama jika berpenghasilan tunggal. Banyak suami yang hanya memberi uang kepada istri untuk belanja sehari-hari tapi tak memberi informasi berapa penghasilannya, pengeluaran kebutuhan dia sendiri, atau investasi.

    Dalam pernikahan, uang adalah masalah sensitif. Apalagi suami dan istri punya pendapat yang berbeda tentang prioritas keuangan keluarga. Masalah ini bisa memicu pertengkaran yang akhirnya berakhir dengan perpisahan. 

    Dikutip dari Times of India, Jumat, 26 Juni 2020, berikut hal-hal dalam pernikahan yang harus diketahui terkait keuangan.

    1. Ketahui hak finansial istri 

    ADVERTISEMENT

    Seorang istri yang tidak bekerja memiliki hak untuk mendapatkan makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan perawatan medis untuk dirinya sendiri dan anak-anaknya dari sang suami. Jadi, pahami bahwa ibu rumah tangga tidak perlu meminta uang pada suami, tapi suamilah yang memberinya.  

    Selain itu, istri memiliki hak untuk mengetahui rincian gaji suaminya. Ini penting karena jumlah gaji akan memberikan kejelasan kepada istri tentang berapa banyak uang yang dapat dia miliki untuk pengeluaran rumah tangga dan pribadi.

    2. Membagi tanggung jawab keuangan

    Jika suami tidak membagikan informasi keuangan, ada kemungkinan bahwa pada awal hubungan, Anda tidak menunjukkan minat dalam transaksi keuangan. Jika ingin mengubahnya, bicarakan hal itu dengan pasangan. Tak hanya menunjukkan minat, penting juga membagi tanggung jawab keuangan sesuai dengan keterampilan Anda.

    Jika Anda pandai berinvestasi dan membayar tagihan, mintalah tugas untuk melakukannya kepada suami. Jika berinvestasi bukan keahlian Anda, cukup tangani anggaran rumah tangga dan pembayaran tagihan, lalu menyerahkan investasi kepada pasangan.

    3. Cari informasi

    Jika pasangan tidak membagikan informasi karena kebiasaan, cari tahu  secara berkala. Kedua mitra harus tahu tentang aspek-aspek keuangan penting karena jika satu meninggal, yang lain harus tahu apa saja yang ditinggalkan.

    Meski tak berkomunikasi soal uang setiap hari, pasangan harus memiliki tujuan yang sama. Pastikan Anda mengetahui akun dan kata sandi semua rekening tabungan dan investasi online dan offline. Anda juga harus tahu tentang investasi atas nama Anda atau pasangan dan memiliki akses ke dokumen asli semua polis asuransi, baik itu nyawa, kesehatan, kendaraan atau rumah. Perlu juga memastikan akses ke dokumen wasiat dan properti untuk kelancaran transisi aset.

    4. Bagaimana jika pasangan menolak?

    Jika Anda telah mencoba berbicara dengan pasangan tentang perlunya berbagi informasi keuangan tapi dia enggan membaginya, cobalah mencari bantuan seorang mediator. Mediator ini sebaiknya orang yang dipercaya atau kerabat yang lebih tua, yang dihormati oleh kedua pasangan, juga bijaksana.

    Jika ini tidak berhasil juga, hubungi penasihat keuangan yang dapat mengambil sikap objektif dan pragmatis tentang perlunya berbagi rincian keuangan. Jika ini juga gagal, carilah penasihat pernikahan sebagai upaya terakhir karena masalah dan celahnya pastilah lebih dalam. Ini akan pernikahan, bukan hanya masalah keuangan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.