4 Kesalahan Umum Menyimpan Makanan, Tak Semua Harus di Kulkas

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi isi kulkas. shutterstock.com

    Ilustrasi isi kulkas. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Di masa pandemi Covid-19, banyak orang yang menyimpan bahan makanan lebih di rumah untuk menghindari sering keluar. Ada yang disimpan di rak dapur, ada juga yang di lemari es. 

    Namun, banyak orang yang melakukan kesalahan saat menyimpannya. Ini berisiko merusak kualitas bahan makanan, bahkan bisa menjadi tempat bakteri. Kesalahan ini bisa meliputi sayuran atau buah-buahan, masakan yang sudah matang, makanan kaleng, atau apa pun.

    Berikut 5 kesalahan yang paling sering dilakukan saat menyimpan makanan di kulkas, seperti dilansir Pink Villa, Jumat, 19 Juni  2020. Sebaiknya hentikan mulai sekarang.

    1. Terlalu lama

    Salah satu tujuan menyimpan bahan makanan di lemari es adalah agar kesegarannya terjaga. Tapi kesegaran bahan makanan pun ada batasnya. Anda harus memakannya dalam dua atau tiga hari, terutama yang mudah rusak, seperti daging mentah, ayam, dan makanan laut. Jika masih lama dikonsumsi, sebaiknya simpan di freezer.  

    2. Makanan ini tak perlu di kulkas

    Tidak semua bahan makanan perlu disimpan di lemari es. Ada beberapa item yang dapat bertahan dalam suhu ruang seperti tomat, jeruk, bawang, dan bawang putih. Kecuali, Anda telah memotongnya dan masih tersisa sebagian, simpanlah di kulkas.

    Makanan yang tidak perlu disimpan di lemari es harus di tempat yang sejuk, gelap dan kering yang jauh dari gas atau oven, seperti kentang, bawang, bawang putih.

    3. Tak perlu kantong plastik

    Untuk menjaga kesegaran sayuran, tak perlu membungkusnya dengan kantong plastik yang bukan tas penyimpanan makanan. Sebaiknya, ketika Anda perlu menyimpan produk segar ini di lemari es, lepaskan kantong plastik dan simpan.

    4. Bijak gunakan laci kulkas

    Sebagian orang tak tahu cara benar menggunakan laci penyimpanan di kulkas. Semua bahan makanan disimpan di situ. Laci kulkas sebenarnya digunakan untuk mengontrol kelembapan makanan. Beberapa makanan membutuhkan kelembapan tinggi seperti selada, rempah-rempah, kembang kol, kol, terong, mentimun, dan brokoli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.