Jangan Tunda Lagi Imunisasi Anak di Masa Pandemi, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Imunisasi. TEMPO/Fully Syafi

    Ilustrasi Imunisasi. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembatasan sosial berskala besar atau PSBB karena Pandemi Covid-19 membuat banyak aktivitas harus ditunda, termasuk kunjungan ke dokter. Akibatnya, jadwal imunisasi anak juga tertunda.

    Dokter spesialis anak Citra Amelinda mengatakan imunisasi untuk anak wajib dilakukan untuk melindungi kesehatan di masa pandemi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sempat menganjurkan menunda imunisasi hingga 2 minggu di awal penerapan PSBB. Tapi mulai akhir Mei, imunisasi sudah tidak bisa lagi ditunda.

    Alasannya, penundaan imunisasi dikhawatirkan meningkatkan risiko penyakit lain, salah satunya campak. Penyakit ini menular melalui aerobone dan berefek bahaya bagi anak. Satu anak bisa menularkan ke 18 anak lain. 

    "Jadi orang tua harus sudah mulai mengecek lagi jadwal dan melengkapi imunisasi anak yang belum dilakukan. Walau masih pandemi, imunisasi bisa tetap dijalani dengan berbagai ketentuan yang sesuai protokol kesehatan," ucap Citra saat konferensi pers virtual, Kamis, 4 Juni 2020.

    Hal penting yang perlu diketahui menurut Citra ialah, anak berpotensi menjadi pembawa yang tidak bergejala. Sementara anak di bawah usia dua tahun tidak dianjurkan pakai masker. Alat pelindung lain seperti plastik mika dinilai kurang efektif sebab droplet tetap bisa masuk karena wajah tidak tertutup rapat.

    Untuk menjaga anak keluar rumah saat pandemi, pastikan komunikasi terus pada anak agar jangan sering pegang mulut dan hidung. Utamakan cuci tangan pakai air dan sabun dulu, baru cadangan hand sanitizer.

    "Orang tua dan anak datang sesuai jadwal dan tidak lama-lama di pelayanan kesehatan, pulang secepatnya. Saat menunggu apakah ada alergi atau tidak jangan dilakukan di lokasi imunisasi," ujarnya.

    Citra mengatakan, selama pandemi imunisasi tidak bisa dilakukan serentak seperti sebelumnya untuk mencegah kerumunan. Jadi IDAI menganjurkan anak-anak tetap vaksinasi dengan pemilihan tempat yang aman. 

    Citra juga mengingatkan agar anak-anak tetap menjaga daya tahan tubuh dengan pemenuhan asupan semua jenis nutrisi karena masih dalam masa tumbuh dan kembang. Lengkapi kebutuhan gizi anak dengan mikro dan makro nutrien dalam jumlah yang cukup.

    Sementara itu, ada pilihan alternatif yang bisa diputuskan oleh orang tua untuk menjadwalkan imunisasi anak yakni home service. Itu sebabnya, beberapa klinik atau rumah sakit, seperti ZAP, menyiapkan layanan ini. 

    "Salah satu tujuannya menyediakan tempat yang aman untuk imunisasi tanpa kekhawatiran, berangkat dari layanan kesehatan yang mengurangi kunjungan lebih sedikit sesuai aturan jaga jarak. Selain ke klinik, orang tua juga bisa menggunakan layana home service imunisasi dengan range biaya mulai 1 juta," ucap CEO ZAP Clinic Fadly Sabri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.