Cara Terbaik Detoks Tubuh, Tak Hanya dengan Jus

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi green smoothies atau jus hijau. shutterstock.com

    Ilustrasi green smoothies atau jus hijau. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda tentu familiar dengan istilah detoks, yang berasal dari kata detoksifikasi yang berarti proses pembuangan racun. Detoks dilakukan dengan mengatur pola makan yang melibatkan puasa dan pantangan untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman selain sayur-sayuran, buah-buahan, jus buah, dan air putih. Terkadang detoks juga dapat berupa mengonsumsi produk-produk tertentu yang diklaim dapat membantu tubuh terbebas dari racun. 

    Banyak orang melakukan detoks dengan tujuan ingin hidup lebih sehat sekaligus menurunkan berat badan. Dengan menjalani detox, ada beberapa pengaruh positif yang bisa Anda rasakan pada tubuh, di antaranya tubuh mendapatkan asupan nutrisi yang baik dari sayur dan buah, mengurangi lemak berlebih, terhindar dari risiko kesehatan akibat mengonsumsi makanan olahan yang tidak sehat, mengurangi stres dan menambah perasaan rileks, dan membantu agar dapat tidur lebih nyenyak

    Perlu diketahui, hingga saat ini, belum ada penelitian yang cukup untuk membuktikan manfaat detox di atas. Banyak orang mengaku bahwa setelah menjalani proses detoksifikasi, mereka merasa lebih bertenaga, kesehatannya meningkat, dan dapat mengurangi berat badan. 

    Walau demikian, jenis racun yang dibersihkan tidak pernah diteliti secara jelas dan rinci. Berat badan yang berkurang pun lebih disebabkan karena pengurangan konsumsi makanan berlemak selama proses detoksifikasi. Namun biasanya berat badan dapat naik kembali setelah seseorang tidak melakukan detoksifikasi.

    Kenyataannya, tubuh kita senantiasa melakukan detoksifikasi secara alami. Organ-organ tubuh seperti hati, ginjal, usus, dan paru-paru bekerja setiap harinya untuk membersihkan tubuh dari berbagai racun yang masuk kedalam tubuh. 

    Oleh karena itu, cara terbaik yang dapat kita lakukan untuk mendetoksifikasi tubuh kita yakni dengan membantu kelancaran proses mengeluarkan racun yang dilakukan secara alami oleh organ-organ tubuh. Beberapa hal yang dapat kita lakukan adalah: 

    - Membatasi konsumsi alkohol
    - Tidur yang cukup
    - Minum lebih banyak air putih
    - Kurangi mengonsumsi gula dan makanan olahan lainnya
    - Mengonsumsi banyak makanan yang kaya akan antioksidan
    - Mengonsumi banyak makanan yang tinggi akan probiotik
    - Mengurangi konsumsi garam
    - Rutin berolahraga

    Dengan melakukan berbagai aktivitas di atas, proses detoksifikasi alami tubuh dapat terus berjalan dengan lancar setiap harinya.

    Detox dengan jus

    Proses detoksifikasi umumnya melibatkan pembatasan akan apa yang bisa dikonsumsi tubuh dalam jangka waktu tertentu. Tubuh diharuskan mengonsumsi makanan-makanan segar dan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan. Jus pun menjadi minuman yang sering dijumpai dalam berbagai metode detox. Proses detoks dengan mengonsumsi jus sebagai asupan utama umumnya memakan waktu 3-10 hari. 

    Keefektifannya terhadap pembersihan racun dalam tubuh belum terbukti secara ilmiah. Namun, ada beberapa manfaat yang kerap dialami oleh orang-orang yang menjalankan detoksifikasi dengan jus, yiatu tambahan nutrisi, melancarkan pencernaan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

    Perdebatan detox jus sempat menjadi bahan pembicaraan para ilmuwan yang meneliti keefektikfan metode ini. Faktanya, orang-orang yang menjalani detox jus dapat mengalami kondisi rentan terkena penyakit.  

    Sebuah studi yang mengamati 20 orang partisipan yang menjalani detoks jus menyatakan bahwa benar adanya terjadi penurunan berat badan setelah melakukan diet ini. Rata-rata peserta mengalami penurunan berat badan seberat 1,7 kg. Meskipun begitu, para peneliti kemudian menemukan fakta bahwa diet detox jus juga mengakibatkan bakteri baik dalam tubuh ikut menurun jumlahnya sehingga tubuh rentan terkena penyakit. 

    Selain itu laporan penelitian lainnya mengungkapkan bahwa detoks jus dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal. Pasalnya, dengan hanya mengonsumsi jus dalam menu makanan mereka, kadar asam oksalat pun meningkat. Oksalat adalah asam organik yang dikandung secara alami di banyak tanaman. Senyawa ini juga merupakan nephrotoxic atau senyawa berbahaya bagi ginjal. Oleh karena itu, para peneliti merekomendasikan bahwa orang yang mengikuti program detox jus, harus menghitung berapa banyak oksalat yang mungkin mereka konsumsi setiap harinya untuk menjaga ginjal mereka tetap sehat.

    Dari ulasan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk membuktikan adanya manfaat detoks. Detoksifikasi sendiri terjadi secara alami dalam tubuh kita. Meskipun begitu, mengonsumsi makanan dan minuman yang menjadi menu detoks tetap merupakan pilihan yang baik untuk meningkatkan kesehatan.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jumlah dan Asal mikrobioma di Tubuh Manusia

    Tubuh manusia merupakan rumah bagi 100 triliun mikroba. Ada yang baik, ada yang buruk. Dari mana datangnya? Berapa total beratnya?