Mau Turunkan Berat Badan, Sebaiknya Makan Sayur atau Buah Dulu?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita makan sayur. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita makan sayur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Usai Lebaran berat badan kembali naik? Anda mungkin ingin menurunkannya agar kembali ke bobot tubuh yang dianggap ideal. Untuk memulainya, para ahli menyarankan mencoba menyantap semangkuk sayuran ketimbang buah sebelum makan besar.

    "Untuk menurunkan berat badan, buah dan sayur bisa menjadi solusi. Tapi kalori buah lebih tinggi, jadi (lebih baik) semangkuk sayur dulu baru makan besar," ujar dokter spesialis gizi klinik di Eka Hospital Cibubur, Imelda Goretti, dalam diskusi "Bagaimana Kembali ke Berat Badan Ideal Setelah Lebaran" via daring, Kamis, 28 Mei 2020. 

    Semangkuk sayuran sebelum makan memungkinkan perut cukup terisi sehingga bisa mengurangi asupan makanan lain termasuk nasi yang berlebihan.

    Mengenai ide menurunkan berat badan ada anggapan lebih baik melewatkan makan siang atau malam. Imelda tidak merekomendasikannya karena berisiko membuat Anda justru kalap di waktu makan.

    "Saat tidak makan malam atau siang, begitu jam makan sangat kelaparan, ngemil dan makan dalam jumlah lebih banyak, makanya kami tidak anjurkan skip makan. Tetap makan sesuai jadwal namun porsinya diatur," tutur dia.

    Berat badan yang naik salah satunya akibat asupan makanan mengandung lemak yang berlebihan, dibarengi malasnya berolahraga. Agar ini tak terjadi, perhatikan porsi makan Anda dan lakukanlah olahraga rutin.

    "Tidak berarti samasekali tidak konsumsi lemak, karena kita butuh lemak, tetapi jumlah harus seimbang dan pilih jenis lemak baik," kata Imelda.

    Bagi mereka yang ingin mengonsumsi buah dalam bentuk jus, tak apa sesekali walau sebenarnya lebih disarankan buah utuh karena tidak ada risiko Anda kehilangan serat dan vitamin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.