Seperti Zaskia Adya Mecca, Kenapa Kontrasepsi IUD Bikin Sakit?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo (Instagram/@zaskiaadyamecca)

    Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo (Instagram/@zaskiaadyamecca)

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Zaskia Adya Mecca tengah mengandung anak kelimanya yang kini telah berusia 32 minggu atau 8 bulan. Kehamilan ini tidak direncanakan. Ibu 4 anak ini mengungkapkan bahwa sebelumnya dia memakai alat kontrasepsi spiral atau Intrauterine Device atau IUD.

    Di kanal YouTube The Bramantyos, Kamis 28 Mei 2020, istri Hanung Bramantyo ini mengatakan bahwa alat kontrasepsi IUD itu membuat ia merasa sakit dan tidak nyaman. Lalu, pasangan ini pun memutuskan melepas spiral sementara untuk sejenak lepas dari rasa sakit.

    Apakah memakai IUD menimbulkan rasa sakit seperti Zaskia Adya Mecca? Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Dinda Derdameisya mengatakan, semestinya dengan pemakaian yang tepat dan posisi yang benar, IUD tidak menimbulkan rasa sakit.

    "Tapi balik lagi ke efek dan soal sakit atau tidaknya ambang batas seseorang juga berbeda-beda. Jadi sifatnya individual, ada yang merasa sakit dan ada juga yang tidak," ungkap Dokter Dinda saat dihubungi Tempo.co, Jumat, 29 Mei 2020.

    Sementara itu, Head of Program DKT Indonesia Basuki Dwi Harjanto mengatakan sebelum akseptor dipasang IUD, tentu saja akan di konseling terlebih dahulu, termasuk di-screening apakah cocok memakai IUD atau tidak.

    Di antara yang diperiksa adalah apakah akseptor tersebut punya riwayat alergi atau penyakit infeksi panggul. Jika memenuhi persyaratan untuk pasang IUD, maka akan diukur panjangnya rahim.

    "Tahap selanjutnya, apakah akseptor tersebut rahimnya normal atau termasuk yang pendek. Banyak jenis IUD yang akan disesuaikan dengan kebutuhan perempuan," ucap Basuki saat dihubungi Tempo.co, Jumat 29 Mei 2020.

    Basuki juga menyarankan keputusan pilihan jenis IUD yang cocok untuk seorang perempuan akan sangat berpengaruh pada kenyamanannya.

    "Teknik pemasangan yang tepat oleh provider (dokter/bidan) dan rajinnya kontrol akseptor seperti yang dijadwalkan oleh provider adalah cara yang tepat untuk mengurangi kegagalan dan ketidaknyamanan IUD di akseptor," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.