Mau Kulit Tetap Sehat, Konsumsi Alpukat dan 6 Makanan Ini

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi alpukat (Pixabay.com)

    Ilustrasi alpukat (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perawatan kulit tak cukup hanya dengan mengoleskan produk dari luar, seperti krim, serum atau losion. Anda juga perlu menjaga kesehatan kulit dengan mengonsumsi makanan sehat, agar nutrisi yang dibutuhkan dapat bekerja dari dalam.

    Ada beragam makanan yang sehat untuk kulit dan perlu Anda variasikan di meja makan, agar kulit tetap sehat, bercahaya dan paripurna. Makanan-makanan ini pun mudah dicari dan murah harganya.

    Berikut ini 7 makanan yang sehat untuk kulit

    1. Alpukat

    Buah alpukat merupakan sumber lemak sehat. Lemak sehat memberikan banyak manfaat untuk tubuh, termasuk untuk menjaga kesehatan kulit. Dalam sebuah riset yang dimuat dalam The British Journal of Nutrition, konsumsi lemak sehat, termasuk dari buah alpukat, dikaitkan dengan kulit yang kenyal dan elastis.

    Buah alpukat pun mengantongi vitamin E dan vitamin C. Vitamin C diperlukan tubuh dalam memproduksi kolagen, jenis protein utama yang membantu kulit tetap kuat dan sehat. Kekurangan vitamin C juga dikaitkan dengan kulit kering dan kasar. Sementara itu, vitamin E dapat bertindak sebagai molekul antioksidan. Dengan mencukupi kebutuhan vitamin E amat esensial untuk melindungi kulit dari dari radikal bebas dan peradangan.

    2. Ikan berlemak

    Ikan salmon dan ikan makarel merupakan contoh ikan berlemak yang menyehatkan untuk kulit. Seperti alpukat, ikan berlemak juga mengandung lemak sehat, seperti asam lemak omega-3, nutrisi yang dapat memelihara kesehatan kulit. Di samping omega-3, ikan berlemak juga mengandung zinc, jenis mineral yang dapat mengendalikan peradangan dan berperan dalam produksi sel kulit yang baru. Tak lupa, ikan berlemak mengandung vitamin E yang penting untuk kulit karena sifat antioksidannya.

    3. Ubi jalar

    Siapa sangka, ubi jalar merupakan salah satu makanan yang sehat untuk kulit. Kandungan kunci dalam ubi jalar adalah beta-karoten, jenis karotenoid yang dapat bertindak sebagai sunblock alami. Molekul antioksidan ini dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari, serta berpotensi mencegah sunburn dan kulit kering. Dengan mengkonsumsi beta-karoten dengan rutin juga dikaitkan dengan efek oranye dan hangat pada kulit – sehingga terlihat lebih sehat.

    4. Sayur brokoli

    Sayur brokoli merupakan salah satu makanan yang sangat menyehatkan. Sayuran ini mengandung nutrisi yang baik untuk kulit, seperti zinc, vitamin A, hingga vitamin C. Sayur brokoli juga mengandung lutein, karotenoid lain yang dapat bekerja menyerupai beta-karoten. Lutein dapat melindungi kulit dari kerusakan oksidatif, sebuah proses yang dapat memicu kulit menjadi kering dan mengerut.

    Tak sampai di situ, brokoli juga mengandung senyawa yang disebut sulforaphane. Menurut beberapa riset, sulforaphane memberikan efek protektif dari kerusakan akibat sinar matahari. Senyawa ini pun dilaporkan dapat memelihara kadar kolagen di tubuh.

    5. Tomat

    Makanan yang sehat untuk kulit lainnya adalah tomat, yang mungkin sangat sering Anda konsumsi. Buah ini mengandung nutrisi yang krusial untuk kulit, termasuk vitamin C dan karotenoid. Salah satu karotenoid dalam tomat adalah likopen. Seperti beta-karoten dan lutein, likopen juga dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Nutrisi ini juga berpotensi untuk mencegah kerutan. Anda bisa mengonsumsi tomat dengan mencampurkannya bersama sumber lemak baik, seperti keju atau minyak zaitun. Lemak dapat mengoptimalkan penyerapan senyawa-senyawa karotenoid.

    6. Teh hijau

    Teh hijau disebut-sebut sebagai salah satu minuman paling sehat di dunia. Tak hanya menjaga kesehatan organ di dalam tubuh, teh hijau juga memiliki potensi untuk melindungi kulit dari kerusakan dan penuaan.

    Teh hijau mengandung beragam molekul antioksidan, sehingga dilaporkan dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Teh hijau juga membantu meningkatkan kelembapan kulit, serta ketebalan dan elastisitasnya. Dalam mengonsumsi teh hijau, kita tak disarankan meminumnya bersama susu. Sebab, susu ternyata malah mengurangi efek antioksidan di dalam teh hijau.

    7. Kacang kedelai

    Kacang kedelai mengandung isoflavon, senyawa tumbuhan yang juga berpotensi baik untuk kulit. Sebuah riset kecil dalam Journal of Nutritional Science and Vitaminology melaporkan, responden wanita yang mengonsumsi isoflavon kedelai berhasil mengurangi kerutan halus serta meningkatkan elastisitas kulit selama 8-12 minggu. Beberapa laporan lain juga menyebutkan, isoflavon memiliki potensi untuk melindungi kulit dari radiasi sinar matahari – sehingga menurunkan risiko seseorang terkena kanker kulit.

    Selain nutrisi dalam makanan yang sehat untuk kulit di atas, beberapa nutrisi lain juga berperan penting agar kulit tetap bersinar, misalnya Vitamin A, yang memiliki efek antioksidan dan mencegah kerusakan kulit akibat sinar matahari, protein nutrisi makro yang diolah tubuh menjadi asam amino – yang kemudian digunakan untuk memproduksi kolagen, serta selenium jenis mineral yang memiliki efek antioksidan.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.