Whulandary Herman Lebaran di Negeri Jiran, Bikin Aksi Kemanusiaan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Paling kanan) Whulandary Herman bersama suami, Nik Ibrahim, dan putra mereka, Nik Zayn Nik Ibrahim, saat merayakan Idul Fitri 1441 H pada Ahad, 24 Mei 2020. Instagram.com/@whulandary

    (Paling kanan) Whulandary Herman bersama suami, Nik Ibrahim, dan putra mereka, Nik Zayn Nik Ibrahim, saat merayakan Idul Fitri 1441 H pada Ahad, 24 Mei 2020. Instagram.com/@whulandary

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak hanya masyarakat yang tinggal di Indonesia merayakan Lebaran dengan kondisi terbatas dan melalui virtual. Banyak juga warga negara Indonesia yang merayakan lebaran di negeri orang. Salah satunya ialah Putri Indonesia 2013 Whulandary Herman yang ikut suaminya lebaran di negeri Jiran, tepatnya di Kuala Lumpur.

    Tahun ini perempuan kelahiran 26 Juni 1989 mereka merayakan Lebaran bertiga dengan sang putra tercinta Zayn Nik Ibrahim. "Pertama Raya bertiga, InshaAllah tahun depan ber4 atau berlima. Berbahagia dan bersyukur walaupun tidak berkumpul, Alhamdulillah Allah SWT masih memberikan kita rejeki pagi ini untuk bisa bernafas dalam keadaan sehat bersama yang tercinta, kami keluarga #nikiwhulan mengucapkan “Selamat Hari raya Idul Fitri , Mohon maaf Lahir dan Bathin," tulis Whulandary Herman dalam unggahan Instagram-nya. 

    Rasa rindu istri Nik Ibrahim ini juga disampaikan dalam live Instagram bersama Valeria Daniel, Senin 25 Mei 2020. Sejak Malaysia menetapkan lockdown pada Maret lalu, Whulandary Herman terpaksa menetap di Malaysia untuk pertama kali. "Jadi sudah tidak ada flight lagi ke kampung aku di Padang, jadi ya sudah lebaran di sini," ucapnya pada Valeria.

    Whulandary pun menceritakan pertama kali merayakan Lebaran di negeri orang. "Gimana ya kalau dibilang betah ya betah kan suami di sini, tapi biar bagaimanapun pasti rindu kampung halaman tempat asal kita, tapi bagaimana lagi cinta yang membawa aku ke sini," ungkapnya.

    Untuk mengobati rasa rindu kampung halaman dan rasa bosan di rumah saja, dia memiliki hobi memasak di rumah bareng suami. Selain itu Whulandary Herman juga punya komunitas kemanusiaan dan sosial khususnya WNI di Malaysia yang terdampak Pandemi Covid-19. "Jadi malah kayaknya yang lebih sibuk aku, bisa seminggu tiga kali aku kumpul untuk membangun komunitas yang bertujuan membantu siapa pun," ucap Whulandary antusias.

    Nama komunitas yang dibangun Whulandary bersama teman-teman bernama everything is love each other dengan wujud bantuan berupa sembako dan bayar listrik panti asuhan di Kota Padang. "Dalam sebulan ini Alhamdulillah sudah ada 3000 orang terbantu. Termasuk juga membantu TKW yang meninggal di sini, kami membantu mengurus kepulangan TKW tersebut," ucapnya penuh haru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.