Pandemi Corona, Amankah Joging atau Lari Pakai Masker?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi berlari menggunakan masker. Shutterstock.com

    Ilustrasi berlari menggunakan masker. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria di Cina dikabarkan menderita sesak napas dan harus menjalani operasi karena kondisinya memburuk setelah berlari dengan masker sejauh 2,5 mil di Wuhan, kota asal virus corona. Pria itu menderita paru-paru kolaps, yang dikenal dengan istilah medis pneumothorax, karena udara bocor di luar paru-paru.

    Meskipun tidak jelas apakah memakai masker saat berlari dan joging menyebabkan insiden ini, para ahli medis dan kebugaran berpendapat bahwa latihan intensitas tinggi seperti lari dan joging harus dilakukan dengan sangat hati-hati saat mengenakan masker.

    Alasannya, umumnya aktivitas kardiovaskular meningkatkan pernapasan sehingga orang terengah-engah, bahkan bernapas dari mulut. Masker yang menutupi mulut dinilai membuat aliran udara melalui hidung menyempit dan sulit bernapas dari mulut. Bagi sebagian orang ini mungkin menyebabkan masalah.

    Konsultan senior dan kepala departemen, pulmonologi, Fortis Escort Hospital Faridabad, India, Ravi Shekhar Jha, menjelaskan bahwa masker seperti N95 menambah resistensi saluran pernapasan yang meningkatkan kerja organ tersebut.

    “Masker tanpa katup mengubah gas darah, dan itu mengarah ke fenomena khusus yang disebut PEEP (Positive End-Expiratory Pressure). PEEP ini dapat menyebabkan pneumotoraks (paru-paru kolaps), terutama ketika terlalu banyak tekanan pada paru-paru, seperti ketika kita berlari, atau melakukan latihan yang berat,” kata dia seperti dikutip Indian Express, Ahad, 23 Mei 2020.

    Jadi, apakah memakai masker saat berlari atau joging tidak aman? Jha menyarankan orang yang ingin berlari menggunakan masker dengan katup yang memiliki lubangekspirasi sehingga ketika seseorang bernapas berat, seperti saat berlari, resistensi jalan nafas hanya meningkat sedikit.

    Sementara itu, Animesh Arya, konsultan senior penyakit pernapasan Sri Balaji Action Medical Institute tidak menyarankan masker untuk para pelari intensitas tinggi.

    “Jogging atau berlari cepat butuh oksigen untuk memenuhi kebutuhan ekstra energi tubuh, dan mengenakan masker saat berlari tidak disarankan karena seseorang mungkin merasa kesulitan mendapatkan oksigen yang dibutuhkan dan mungkin bisa pingsan,” kata dia.

    Oleh karena itu, dia menyarankan jika memang diperlukan joging atau lari, lebih baik joging di treadmill atau di rumah dekat jendela, di taman, balkon atau halaman tanpa masker. “Tempat-tempat ramai untuk joging harus dihindari,” kata dia.  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.