Awas, 6 Kebiasaan Makan dan Minum Ini Bisa Melemahkan Imunitas

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makanan manis seperti cupcakes. Unsplash.com/Viktor Forgacs

    Ilustrasi makanan manis seperti cupcakes. Unsplash.com/Viktor Forgacs

    TEMPO.CO, Jakarta - Imunitas atau kekebalan tubuh jadi salah satu hal paling penting agar tak tertular penyakit, terutama di masa pandemi virus corona penyebab COVID-19. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah makanan dan minuman. Di satu sisi, makanan dengan gizi seimbang dapat memperkuat imunitas, di sisi lain kebiasaan makan yang buruk bisa melemahkannya.

    Berikut adalah enam kebiasaan buruk yang harus dihindari saat Anda berupaya meningkatkan imunitas, seperti dikutip dari laman health.

    1. Minum alkohol berlebihan

    Konsumsi alkohol yang berlebihan, bahkan jangka pendek, dapat mengubah sistem kekebalan tubuh Anda. Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Alcohol Research, para peneliti mencatat adanya hubungan antara asupan alkohol yang berlebihan dan respons imun yang melemah.

    Efeknya termasuk meningkatkan risiko terhadap pneumonia dan kemungkinan yang lebih besar mengalami sindrom stres pernapasan akut (ARDS), faktor yang berpotensi mempengaruhi hasil COVID-19.

    Hasil lain yang diamati melibatkan peningkatan risiko sepsis, insiden komplikasi pasca operasi yang lebih tinggi, penyembuhan luka yang buruk, dan pemulihan infeksi yang lebih lambat dan kurang lengkap.

    2. Terlalu banyak garam

    Kelebihan natrium menimbulkan masalah retensi cairan dan tekanan darah tinggi. Sebuah penelitian baru dari University Hospital of Bonn yang dilakukan pada manusia dan tikus menyimpulkan bahwa terlalu banyak garam dapat menyebabkan defisiensi imun. Para peneliti menemukan bahwa ketika ginjal mengeluarkan kelebihan natrium, efek domino terjadi yang mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi bakteri.

    3. Gula berlebihan

    Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa setelah puasa semalam, manusia yang diberi 100 gram gula mengalami pengurangan kemampuan sel kekebalan untuk menelan bakteri. Efek terbesar ditemukan antara satu dan dua jam kemudian, bertahan hingga lima jam.

    Bukan berarti Anda dilarang mengonsumsi gula, tetapi menghindari kelebihan akan sangat bermanfaat. The American Heart Association merekomendasikan mengonsumsi gula tambahan maksimal enam sendok teh per hari untuk wanita dan sembilan untuk pria.

    4. Kafein berlebihan

    Kopi dan teh bersifat melindungi kesehatan, karena tingginya tingkat antioksidan yang dikaitkan dengan anti-peradangan. Namun, terlalu banyak kafein dapat mengganggu tidur, dan hasil itu dapat meningkatkan peradangan dan mengganggu kekebalan tubuh. Pastikan Anda tak lagi mengonsumsi kafein setidaknya enam jam sebelum tidur.

    5. Kurang serat

    Serat mendukung kesehatan pencernaan yang baik dan membantu mengubah susunan bakteri usus yang meningkatkan kekebalan dan suasana hati. Penelitian menunjukkan bahwa asupan serat makanan dan prebiotik yang lebih tinggi mendukung fungsi kekebalan tubuh yang lebih sehat, termasuk perlindungan terhadap virus. Serat yang memadai juga meningkatkan kualitas tidur.

    Cara terbaik untuk meningkatkan asupan serat Anda adalah dengan makan lebih banyak makanan utuh, termasuk sayuran, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, kacang-kacangan, kacang polong, kacang polong, kacang-kacangan, dan biji-bijian. 

    6. Kurang sayuran hijau

    Sayuran hijau sangat membantu imunitas. Tumbuhan ini memberikan nutrisi penting yang dikenal untuk membantu fungsi kekebalan tubuh, termasuk vitamin A dan C, plus folat. Sayuran hijau juga menawarkan senyawa bioaktif yang melepaskan sinyal kimia yang mengoptimalkan imunitas dalam usus, lokasi 70-80 persen sel imun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.