Selain untuk Memperkuat Imun, Zinc Baik untuk Kulit dan Jantung

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vitamin dan suplemen. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi vitamin dan suplemen. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu mineral yang memiliki peran penting untuk tubuh adalah zinc. Mineral ini bisa dicukupi kebutuhannya melalui makanan sehat, seperti daging sapi, kacang tanah, hingga lobster. Namun Anda juga mengkonsumsinya dalam bentuk suplemen. 

    Suplemen zinc tersedia bukan sebagai mineral yang berdiri sendiri. Sebab itu saat mencari produk suplemen zinc, Anda akan melihat beberapa pilihan yang tersedia. Misalnya zinc glukonat, jenis suplemen zinc yang sering ditambahkan untuk pengobatan pilek, zinc aseta juga sering diberikan untuk mempercepat pemulihan pilek, zinc sitrat jenis suplemen zinc yang dapat diserap tubuh dengan baik seperti zinc glukonat.

    Ada juga zinc sulfat yang sering dikonsumsi untuk mencegah defisiensi zinc. Suplemen ini juga dilaporkan membantu meredakan keparahan jerawat. Lalu zinc orotat merupakan salah satu suplemen zinc yang mudah ditemukan, serta zinc picolinat jenis suplemen zinc yang mudah diserap tubuh dibanding yang lain. 

    Berikut ini beberapa manfaat kesehatan zinc 

    1. Diyakini membantu meningkatkan fungsi imun

    Zinc memiliki kemampuan untuk meningkatkan fungsi imun sekaligus melawan peradangan. Atas kelebihannya ini, zinc pun sering ditemukan dalam obat yang dijual bebas dan dalam pengobatan herbal. Selain itu, zinc juga dilaporkan dapat bertindak sebagai molekul antioksidan dan dikaitkan dengan efek protektif terhadap tubuh dari penyakit kronis seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung.

    2. Mengatasi jerawat

    Ternyata, suplemen zinc sudah sering digunakan untuk mengatasi jerawat dan menjaga kesehatan kulit secara umum. Jenis suplemen zinc yang paling berpotensi untuk mengatasi jerawat yakni zinc sulfat. Sebuah riset tahun 2018 juga menemukan, suplemen zinc sering dipilih untuk mengatasi jerawat karena efektivitas yang baik, harganya yang relatif terjangkau, serta efek samping yang lebih sedikit.

    3. Berpotensi untuk mengendalikan gula darah

    Zinc berperan dalam pengendalian gula darah dan sekresi insulin. Beberapa riset menyebutkan bahwa zinc memiliki potensi untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta membantu meningkatkan sensitivitas sel tubuh terhadap hormon insulin. 

    Misalnya, sebuah tinjauan dalam jurnal Diabetology and Metabolic Syndrome melaporkan, suplemen zinc efektif untuk meningkatkan kontrol gula darah pada penderita diabetes – baik jangka panjang maupun jangka pendek. Riset lain pun menemukan bahwa zinc memiliki potensi untuk mengurangi resistensi insulin, sehingga sel tubuh dapat menggunakan hormon tersebut lebih efisien agar kadar gula darah tetap terjaga.

    4. Memperlambat degenerasi makula

    Degenarasi makula merupakan penyakit mata yang dapat memicu kebutaan. Suplemen zinc sering dikonsumsi untuk memperlambat degenerasi makula terkait usia, serta membantu mencegah kehilangan penglihatan maupun kebutaan. Beberapa studi telah berusaha membuktikan khasiat suplemen zinc untuk melindungi penglihatan, seperti dalam penggunaan suplemen zinc sulfat. Namun, ahli lain berpendapat, mengandalkan zinc saja mungkin tidak cukup untuk memberikan efek perlindungan untuk mata – sehingga perlu dikombinasikan dengan perawatan lain.

    5. Membantu melindungi jantung

    Beberapa penelitian melaporkan bahwa suplemen zinc berpotensi untuk mengendalikan faktor risiko penyakit jantung. Bahkan, suplemen mineral ini diyakini mampu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida. Dalam sebuah metastudi dalam jurnal Nutrition and Metabolism yang mengkaji 24 riset, disebutkan bahwa suplemen zinc membantu mengurangi kadar kolesterol total, kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida. Dengan begitu, risiko penyakit jantung pun diyakini bisa berkurang berkat kemampuan zinc tersebut.

    Suplemen zinc cenderung aman jika dikonsumsi sesuai dengan dosisnya. Namun, beberapa laporan menyebutkan bahwa suplemen ini dikaitkan dengan efek samping tertentu, seperti mual, muntah, diare, dan nyeri di perut. Rekomendasi suplemen zinc harian adalah 15-30 mg dalam satu hari. Apabila konsumsinya berlebihan, seperti di atas 40 mg, efek berupa demam, batuk, sakit kepala, dan kelelahan bisa terjadi.

    Hal lain yang penting diingat adalah efek negatif zinc terhadap penyerapan tembaga – sehingga berisiko menimbulkan defisiensi mineral ini. Suplemen zinc juga dilaporkan mengganggu penyerapan dan efektivitas antibiotik tertentu. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. 

    SEHATQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.