Ghea Panggabean Rilis Koleksi Raya, Terinspirasi Keramik Turki

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ghea Panggabean meluncurkan koleksi Hari Raya Idul Fitri bertajuk Tales of Tiles melalui platform virtual Raya Stream Fest, Senin 18 Mei 2020 (Tangkapan layar video streaming)

    Ghea Panggabean meluncurkan koleksi Hari Raya Idul Fitri bertajuk Tales of Tiles melalui platform virtual Raya Stream Fest, Senin 18 Mei 2020 (Tangkapan layar video streaming)

    TEMPO.CO, Jakarta - Desainer fashion Ghea Panggabean meluncurkan koleksi Hari Raya melalui label Ghea Fashion Studio dan Ghea Resort. Peluncuran dilakukan di acara Raya Stream Fest lewat situs web YouTube, Senin, 18 Mei 2020.

    Koleksi Lebaran tahunan yang dikenal dengan nama Raya in Ghea kali ini berjudul “Tales of Tiles”. Inspirasinya datang saat perjalanan sang desainer ke Topkapi Palace dan kompleks Harem di Istanbul, Turki.

    Bangunan dan ruangan yang dihiasi keramik Iznik khas Turki mencuri perhatian Ghea. Dia menerjemahkan kecantikan motif ikonis tersebut ke dalam koleksi busana modern bergaya bohemian dan eklektik.

    Keramik Iznik yang merupakan mahakarya seni perpaduan antara motif tradisional Ottoman, Arabesque, dan motif keramik Ming asal Cina. Paduan antarbudaya menjadi alasan dominasi warna biru dalam koleksi ini.

    Paduan motifnya memberi kesan modern. Nuansa biru
    diwujudkan dalam rancangan busana wanita serbapanjang seperti kaftan, outerwear, jaket panjang, tunik, serta celana bell-bottom, legging, dan scarf. Bahan yang digunakan antara lain chiffon, jersey, dan katun.

    Ghea Panggabean meluncurkan koleksi Hari Raya Idul Fitri bertajuk Tales of Tiles melalui platform virtual Raya Stream Fest, Senin 18 Mei 2020 (Tangkapan layar video streaming)

    Untuk melengkapi kebutuhan fashion keluarga, Ghea juga merancang baju Lebaran anak-anak di “Tales of Tiles” melalui label Ghea Kids. Untuk pria, koleksi ini tersedia dalam seri kemeja.

    Ghea tetap menghadirkan koleksi kaftan putih yang sudah menjadi ciri khasnya. Koleksi ini dirancang dengan potongan yang elegan dan dihiasi aplikasi bordir dan print emas dengan ornamen motif songket Palembang, pending Sumatra, dan baroque Jawa.

    Yang berbeda dari koleksi tahun ini adalah pilihan masker kain dari koleksi “Tales of Tiles” dan “Ghea Gold” dengan bordir emas khas Ghea yang cocok dipadukan dengan koleksi kaftan putihnya.

    Selain Ghea, dua putri kembar Ghea, Amanda dan Janna juga memamerkan koleksi “Sumba” dari Ghea Resort. Terinspirasi dari konsistensi sang ibu selama 40 tahun yang terus berhasil memadukan budaya tradisional dengan gaya fashion yang modern, Amanda dan Janna ingin meneruskan warisan Ghea dan menerjemahkan motif dan karyanya lebih jauh ke dalam koleksi busana resort yang kasual.

    Melalui “Sumba”, mereka meluncurkan koleksi busana, di antaranya kemeja, celana pendek, sarung, dan reversible coat dengan motif ikat Sumba berbahan katun dan rayon yang ringan dan

    Mereka menggunakan motif Sumba dalam warna cokelat dan indigo yang dikembangkan oleh Ghea, yang terinspirasi dari kain lebar Sumba, serta pantai-pantai di sepanjang pesisir pantai Sumba Barat hingga Sumba Timur.

    Melengkapi koleksinya, Ghea Resort juga mempersembahkan bandana multifungsi bernama “Mahout Band” yang terinspirasi dari para Mahout, penjaga gajah di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.