Bercinta Setiap Hari, Meredakan Sakit Kepala Kulit Tampak Sehat

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bercinta. shutterstock.com

    Ilustrasi bercinta. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivitas bercinta kerap dilakukan setiap hari bagi pengantin baru. Biasanya tiada hari tanpa bermesraan. Namun seiring bertambahnya usia pernikahan, hampir tidak mungkin untuk sering berhubungan intim sesering dulu.

    Padahal ada beberapa manfaat kesehatan yang bisa Anda rasakan dari bercinta setiap hari. Bercinta sama seperti berolahraga. Bila dilakukan secara rutin, maka akan memberikan manfaat bagi kesehatan Anda. Berikut ini beberapa manfaat bercinta setiap hari.

    Manfaat bercinta setiap hari

    1. Meningkatkan kesehatan jantung

    Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Cardiology menemukan bahwa pria yang bercinta dua kali seminggu (atau bahkan lebih) memiliki risiko lebih kecil mengalami penyakit kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung dibanding mereka yang hanya bercinta satu kali sebulan.

    2. Mengurangi stres dan menurunkan tekanan darah

    Bercinta dapat membantu mengurangi tingkat stres karena dilepaskannya hormon endorfin serta hormon-hormon lain yang dapat meningkatkan mood. Menurut penelitian yang dipublikasikan jurnal Biological Psychology menemukan bahwa aktivitas seks mencegah naiknya tekanan darah yang biasanya dialami saat seseorang sedang stres. 

    3. Mengurangi risiko kanker prostat

    Sering ejakulasi ternyata dapat menurunkan risiko kanker prostat. Seperti studi yang dipublikasikan oleh European Urology, pria yang ejakulasi lebih dari 21 kali per bulan memiliki kemungkinan 20% lebih rendah terkena kanker prostat bila dibandingkan dengan yang hanya ejakulasi 4-7 kali sebulan.

    4. Kualitas tidur yang lebih baik

    Menurut National Sleep Foundation, saat orgasme, seseorang melepaskan hormon prolaktin yang berkaitan dengan kepuasan seksual dan dapat menyebabkan kantuk serta perasaan rileks. Jadi, jangan heran bila Anda dan pasangan mengantuk setelah sesi pertempuran yang panas di ranjang, dan terbangun keesokan harinya dengan perasaan bersemangat. Kualitas tidur yang baik ternyata juga memengaruhi kehidupan seks Anda. Studi menemukan bahwa wanita yang cukup tidur ternyata memiliki gairah seks keesokan harinya.

    5. Mood yang lebih baik dan hubungan yang lebih kuat dengan pasangan

    Ketika bercinta, tubuh mengeluarkan hormon oksitosin sesaat setelah Anda mencapai klimaks. Hormon oksitosin ini membuat Anda lebih rileks dan bahagia, sekaligus merasa lebih dekat dengan pasangan. Setelah 10 menit, biasanya kadar oksitosin kembali normal. Oleh sebab itu, Anda disarankan untuk berpelukan dengan pasangan setelah bercinta untuk memperpanjang rasa bahagia tersebut. 

    6. Kulit tampak bersinar dan sehat

    Seks memang dapat membuat seseorang terlihat lebih muda. Kulit yang bercahaya setelah bercinta memang bukan sekadar mitos. Hal ini berkaitan dengan manfaat bercinta untuk mengurangi tingkat stres, mood yang lebih baik, serta peredaran darah yang lancar ketika gairah sedang membuncah.

    7. Lebih bahagia dengan pekerjaan

    Kehidupan seks yang baik memengaruhi bagaimana rasa bahagia Anda di pekerjaan. Bahkan, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Oregon State University, orang yang bercinta pada malam sebelumnya akan lebih bersemangat menyelesaikan pekerjaan dan lebih menikmati waktunya di kantor pada keesokan harinya dibanding yang tidak punya waktu untuk berhubungan seks. Studi ini dilakukan pada 159 karyawan yang telah menikah. Hal ini terjadi karena seks memberikan efek positif dan perasaan bahagia, terutama karena pengaruh dopamin dan oksitosin. Tentu saja bercinta setiap hari dapat membuat Anda lebih semangat keesokan harinya.

    8. Kinerja penis membaik

    Tak selalu harus bercinta setiap hari untuk merasakan manfaat yang satu ini. Dalam sebuah survei yang dilakukan terhadap 1.000 orang pria berusia 55-75 tahun, mereka yang bercinta minimal satu kali dalam seminggu hanya setengahnya saja yang kemungkinan mengalami disfungsi ereksi bila dibandingkan dengan mereka yang bercinta lebih jarang. Ereksi memberikan kadar oksigen yang cukup pada penis. Kadar oksigen yang rendah dapat menyebabkan jaringan parut sehingga mengakibatkan penis sulit menjadi keras. Namun, harap diingat juga bahwa ada faktor-faktor lain seperti merokok yang dapat meningkatkan kemungkinan Anda mengalami disfungsi ereksi.

    9. Mengatasi sakit kepala

    Orgasme merupakan obat pereda nyeri yang mujarab, menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 di Jerman. Mereka mensurvei 300 orang yang mengalami migrain dan 60 orang dengan sakit kepala cluster yang berhubungan seks ketika rasa sakit menyerang. Hasilnya, sekitar 60 persen penderita migrain dan 37 persen penderita sakit kepala cluster merasa bahwa mereka merasa lebih baik setelah bercinta. Hal ini terjadi karena selama bercinta, otak Anda akan dibombardir oleh endorfin, hormon yang bertanggung jawab menghasilkan perasaan senang dan meredakan nyeri. 

    Lantas, berapa frekuensi ideal bercinta? Sebenarnya tidak ada jawaban yang pasti. Sebagian pasangan menjawab seminggu sekali, namun ada juga yang mengatakan sebulan sekali. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 20 ribu pasangan, sekitar 26% mengatakan bahwa mereka berhubungan seks minimal seminggu sekali. Namun mayoritas menjawab satu dua kali sebulan, atau bahkan lebih jarang lagi. 

    Sementara penelitian lain yang diterbitkan oleh The University Chicago Press mengungkapkan bahwa kebanyakan pasangan menikah melakukan hubungan intim tujuh kali dalam sebulan atau nyaris dua kali per minggu.

    Banyak faktor yang menentukan seberapa sering Anda dan pasangan berhubungan intim. Kehidupan seks biasanya dipengaruhi oleh beberapa hal, termasuk usia, gaya hidup, gairah atau libido pasangan, sudah memiliki anak atau belum serta kualitas hubungan. Belum lagi jika pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh, tentu saja tidak mungkin bercinta sesering pasangan yang tinggal di bawah satu atap.

    Walau demikian, bila Anda dan pasangan tidak bercinta setiap hari bukan berarti pernikahan Anda dalam masalah. Seks memang menjadi cara mengekspresikan rasa cinta dan gairah terhadap pasangan. Namun, seberapa sering frekuensi hubungan seks merupakan sesuatu yang harus dibicarakan bersama pasangan.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.