Cahaya Biru Gawai Bisa Merusak Kulit, Begini Cara Mencegahnya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan bekerja dari rumah. (Pixabay/Free-Photos)

    Ilustrasi perempuan bekerja dari rumah. (Pixabay/Free-Photos)

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama berkerja dari rumah, Anda mungkin lebih banyak berada di depan gawai, termasuk laptop atau ponsel. Bahkan, Facebook melaporkan bahwa ada peningkatan penggunaan 70 persen selama wabah COVID-19 di Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Waktu yang Anda habiskan di layar itu tak sekadar melelahkan mata. Cahaya biru yang dipancarkan dari perangkat teknologi adalah salah satu penyebab paling buruk kerusakan kulit.

    "Cahaya biru memiliki energi tinggi, oleh karena itu mampu menembus jauh ke dalam kulit," kata dokter kulit Macrene Alexiades, seorang profesor klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Yale dan direktur serta pendiri Pusat Bedah Dermatologi & Laser New York, seperti dikutip Harper’s Bazaar.

    Hal yang sama disampaikan dokter kulit bersertifikat NYC Ellen Marmur.
    "Paparan jangka panjang terhadap sumber-sumber energi cahaya biru terkonsentrasi dapat menyebabkan kerusakan kulit, termasuk perubahan warna, peradangan, dan melemahnya permukaan kulit," kata dia.

    Beda dengan sinar Matahari yang masih bermanfaat untuk memperoleh vitamin D, cahaya dari smartphone dan laptop sama sekali tidak memiliki efek positif.

    The National Center for Biotechnology Information Amerika Serikat melaporkan bahwa paparan cahaya biru buatan yang dipancarkan dari perangkat elektronik - bahkan hanya satu jam - dapat menyebabkan kerusakan pada lipid dan protein yang menahan kelembaban, menjaga kotoran keluar, dan memperbaiki kulit.

    Di zaman teknologi ini, sulit menghindari penggunaan smartphone atau laptop. Karena itu, hal yang perlu dilakukan adalah melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan oleh cahaya yang dipancarkan dari layar gawai.

    Tabir surya adalah suatu keharusan, bahkan jika Anda hanya duduk di sofa sepanjang hari. "Setiap tabir surya yang mengandung seng oksida atau titanium dioksida dapat membantu menghalangi cahaya biru," kata Marmur.

    Sementara, Alexiades menyarankan mengonsumsi makanan-makanan yang dapat membantu mengurangi dampak buruk cahaya biru gawai. “Cari antioksidan, termasuk teh hijau, vitamin C, asam ferulic, alga biru, dan delima, untuk melindungi dan menyembuhkan kulit Anda dari kerusakan cahaya biru,” kata Alexiades.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.