Belajar Kelola Keuangan Keluarga dari The World of the Married

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Drama Korea The World of The Married. Instagram.com/@jtbcdrama

    Drama Korea The World of The Married. Instagram.com/@jtbcdrama

    TEMPO.CO, Jakarta - Drama seri Korea The World of the Married yang telah menyelesaikan episode ke-14 dinantikan oleh para pecinta drama Korea. Tak hanya menyajikan konflik keseharian yang mencerminkan kehidupan rumah tangga, drama ini juga berhasil menguras emosi penonton.

    The World of the Married menceritakan Ji Su Woo yang diperankan Kim Hee Ae yang berprofesi sebagai dokter keluarga. Dokter Ji menikah dengan Lee Tae Oh diperankan oleh Park Hae Joon. Dalam rumah tangga mereka, ada kehadiran orang ketiga yang menjadi konflik inti hubungan keduanya. Dia adalah Yeo Da Kyung, diperankan oleh Han So Hee. 

    Tae Oh akhirnya bercerai dengan Su Woo dan menikah dengan Da Kyung. Tapi perceraian keduanya begitu rumit karena harta gono gini. Tae Oh menggadaikan rumah mereka ke bank, juga mencairkan polis asuransi putranya, Joo Young, tanpa sepengetahuan Sun Woo. 

    Tak hanya menampilkan drama keluarga dan romantisme, dalam drama yang disiarkan televisi Korea JTBC ini ternyata juga banyak terdapat pelajaran bagaimana mengelola keuangan.

    Hal tersebut disampaikan oleh Perencana Keuangan Prita Ghozie melalui akun Instagramnya, @pritaghozie, Senin 11 Mei 2020.

    Tak tangung-tanggung, Prita juga mengajak dua psikolog untuk berdiskusi perihal drama tersebut, yakni Analisa Widyaningrum dan Verauli.

    Berikut pelajaran keuangan yang disarikan dari drama Korea The World of the Married oleh Prita Ghozie.

    1. Lets Talk Money, Honey

    Prita mengatakan jangan seperti Sun Woo yang merasa sempurna hingga tidak komunikasi dengan Tae Oh soal keuangan saat masih menikah. Menurut Prita, ngobrol soal uang sebaiknya terbuka bahkan sebelum menikah.

    "Buat yang sudah menikah, nasihat Verauli adalah fokus pada apa harapan dan impian keuangan ke depan, bukan besaran gaji," tulis Prita.

    Prita pun mengaku pernah mengalaminya saat usia akhir 20-an tahun masih sering salah fokus soal gaji ke suami. Akhirnya, bukan bicara uang tapi malah membandingkan dengan rumput tetangga yang akhirnya tidak bersyukur. "Untung cepat insyaf," imbuhnya.

    2. Decide Financial Manager for Our Family

    Dalam rumah tangga, manajer keuangan adalah pasangan yang bertanggung jawab mengelola, membuat budget, mengeksekusi rencana keuangan, dan membuat laporan.

    "Nah, di beberapa episode aku melihat Sun Woo meski penghasilan lebih besar tapi role-nya lebih ke kasir keuangan karena dia yang belanja dan bayar-bayar. Tapi urusan penting seperti take out pinjaman hingga cairkan investasi malah dilakukan Tae Oh. Coba evaluasi di keluarga kita siapa yang jadi kasir dan siapa manajer," ucapnya.

    3. Take Control of Your Financial

    Meski Anda pakai jasa financial advisor, menurut Prita, mereka hanya memberi nasihat. Jangan sampai kita tidak punya kendali atas keuangan sendiri.

    "Ingat saat Sun Woo kaget berat, tidak sadar suaminya ambil utang lagi, lalu cairin polis asuransi buat Joo Young. Hal itu terjadi akibat tidak mau meluangkan waktu mengambil kendali atas harta kekayaannya sendiri," tulis Prita.

    Prita menyarankan agar meluangkan waktu misal 1x sebulan untuk cek laporan bank, investasi dan lainnya. Pastikan kita paham betul posisi jumlah aset dan kewajiban keuangan rumah tangga setiap saat dengan financial check-up.

    4. Set Your Family Goals

    Prita mempertanyakan apa tujuan keuangan keluarga kita? Sebagai orang tua kita pikirkan apa tujuan finansial yang kita inginkan lalu wujudkan. Pastikan kita punya dana darurat, persiapan pembelian rumah tinggal, dana untuk anak, pensiun orang tua agar tidak bikin sandwich generation di kemudian hari.

    "Aku bingung apa yang ada dalam pikiran Tae Oh saat mengambil dana pendidikan anak, buat apa coba," ujar dia.

    5. Joint Account, is It Important?

    Agar suami-istri bisa menjalankan operasional rumah tangga dengan baik, rekening bersama menurut Prita bagus digunakan untuk pembayaran pos biaya hidup. Selain itu, dana darurat juga sebaiknya pakai rekening bersama. Nah, dana untuk rekening bersama bisa berasal dari penghasilan suami dan istri.

    "Jangan permasalahkan siapa yang lebih besar, asalkan sepakat dan ikhlas. Pasang notifikasi di HP supaya bisa reminder jika pasangan mulai sering narik uang tanpa kejelasan. Intinya saling percaya tapi ikhtiar agar saling mengingatkan," tulis CEO di ZAP Finance ini.

    6. Dana Bucin, Really?

    Fenomena "budak cinta" atau bucin banyak melanda pasangan terutama yang belum menikah. Menurut Analisa, hal itu akibat imajinasi berbeda dengan kenyataan. Sering memberi barang, traktir makan dengan harapan menjadi centre of universe-nya dia.

    Lalu seberapa normal mengeluarkan uang buat dana bucin? "Menurutku, kasih hadiah masuk ke budget pos playing yang maksimal 20 persen dari pemasukan," saran Prita.

    Beda kalau kondisi sudah menikah disarankan untuk menyalurkan hasrat bucin sama pasangan, terlebih jika istri mendapatkan hadiah dari suami.

    7. The Balance of a Working Mom

    Sebagai ibu bekerja, seberapa sih kita mendorong diri sendiri atas kerjaan dengan dalih mau kasih yang terbaik untuk anak? Bagaimana kita tahu sampai sejauh mana kita butuh penghasilan vs perhatian yang dikorbankan untuk anak dan suami. Perlukah perempuan kerja keras, kalau perlu seperti apa? Banyak hal yang perlu dipikirkan ketika seorang ibu bekerja. Jangan lupa keseimbangan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.